Kenapa Kapal Pesiar Rentan Jadi Lokasi Penyebaran Virus seperti Hantavirus?
Kapal pesiar mewah MV Hondius yang berangkat dari Argentina. Satu penumpangnya dikonfirmasi meninggal dunia akibat hantavirus.(DOK. ANTARTICA CRUISES)
10:14
6 Mei 2026

Kenapa Kapal Pesiar Rentan Jadi Lokasi Penyebaran Virus seperti Hantavirus?

Isu penyebaran virus di kapal pesiar kembali mencuat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan adanya sekelompok penumpang kapal pesiar berbendera Belanda yang dikonfirmasi laboratorium terjangkit hantavirus.

Dilansir dari laman resminya, WHO menerima pemberitahuan dari Koordinator Peraturan Kesehatan Internasional Nasional (2005) (IHR) Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara mengenai sekelompok kasus penyakit pernapasan akut yang parah.

Baca juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Mewah, 3 Orang Dilaporkan Meninggal

Kapal tersebut membawa 147 penumpang dan awak. Hingga 4 Mei 2027, tercatat ada tujuh kasus, dua di antaranya dikonfirmasi merupakan hantavirus, dan lima kasus lainnya masih diidentifikasi.

Dari tujuh kasus tersebut, tiga penumpang di antaranya meninggal dunia, satu pasien kritis, dan tiga penumpang lain dilaporkan mengalami gejala ringan. 

Baca juga: Cegah Virus Nipah, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan seperti Era Covid

Gejala penyakit dikonfirmasi muncul antara tanggal 6 dan 28 April 2026. Kasus ini ditandai dengan demam, gejala gastrointestinal, perkembangan cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, dan syok.

Kata WHO, saat ini investigasi lebih lanjut sedang berlangsung. Wabah ini dikelola melalui respons internasional yang terkoordinasi, dan mencakup investigasi mendalam, isolasi dan perawatan kasus, evakuasi medis, dan investigasi laboratorium.

Baca juga: Cara Cegah Tertular Virus HMPV di Bandara dan Tempat Umum Lainnya

Apakah virus mudah menyebar di kapal pesiar?

Biasanya hantavirus menyebar dari hewan pengerat, namun WHO mengatakan dalam kasus ini virus bisa menyebar melalui kontak yang sangat dekat di atas kapal.

Menambahkan dari BBC, para ahli berpendapat bahwa kapal pesiar merupakan lokasi yang sangat kondusif untuk penularan infeksi.

Sebab, di atas kapal pesiar, semua penumpang dan awak dengan tingkat kekebalan tubuh yang berbeda-beda berkumpul dan berinteraksi secara intens dalam waktu singkat. Situasi ini, bisa memicu terjadinya penularan wabah penyakit menular.

Baca juga: 2 Kapal Pesiar Internasional Angkut Ribuan Turis Asing Masuk di Kawasan TN Komodo

Para spesialis juga menyebutkan bahwa penyakit pernapasan dan gangguan pencernaan memiliki risiko lebih tinggi terjadi di kapal.

Dalam kasus ini, pihak kapal pesiar mengatakan telah menerapkan proses pembersihan dan pemeriksaan yang sangat ketat untuk mengurangi risiko tersebut.

Bagaimana hantavirus menular?

WHO menjelaskan bahwa infeksi hantavirus pada manusia terutama didapatkan melalui kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. 

Kata WHO, ini adalah penyakit langka sekaligus parah yang dapat mematikan.

Meskipun jarang terjadi, penularan dari manusia ke manusia yang terbatas telah dilaporkan dalam wabah virus Andes sebelumnya (spesies hantavirus tertentu).

Saat ini, WHO menilai risiko terhadap populasi global dari peristiwa ini rendah dan akan terus memantau situasi epidemiologi serta memperbarui penilaian risiko.

Baca juga: Ingin Coba Liburan di Kapal Pesiar? Ini Cruise Terbaik Sesuai Gaya Liburanmu

Untuk diketahui, kapal pesiar yang membawa penumpang hantavirus ini berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026.

Rute kapal pesiar ini melintasi Atlantik Selatan, dengan beberapa persinggahan di wilayah terpencil dan beragam ekologi.

Termasuk daratan Antartika, Georgia Selatan, Pulau Nightingale, Tristan da Cunha, Saint Helena, dan Pulau Ascension. 

Hingga saat ini belum diketahui sejauh mana penumpang berinteraksi dengan satwa liar setempat selama perjalanan, atau sebelum naik kapal di Ushuaia.

Kapal tersebut membawa total 147 orang, termasuk 88 penumpang dan 59 awak kapal. Penumpang dan awak kapal mewakili 23 kewarganegaraan. Pada 4 Mei 2026, kapal tersebut berlabuh di lepas pantai Cabo Verde.

Baca juga: Mesin Rusak, Kapal Pesiar Terbesar di Dunia Terombang-ambing 11 Jam

Apa yang harus dilakukan?

WHO menyarankan agar negara-negara pihak yang terlibat dalam peristiwa ini melanjutkan upaya deteksi, investigasi, pelaporan, manajemen kasus, pengendalian infeksi, dan manajemen kesehatan masyarakat di atas kapal.

Termasuk langkah-langkah sanitasi kapal, dalam koordinasi erat dengan operator transportasi, untuk mencegah dan mengendalikan infeksi yang disebabkan oleh hantavirus.

Baca juga: Kapal Pesiar Carnival Spirit Tabrak Bongkahan Es di Alaska

Dalam konteks wabah saat ini, penumpang dan awak kapal harus sering menjaga kebersihan tangan, tetap waspada terhadap gejala Hantavirus, dan melakukan pemantauan gejala aktif selama 45 hari. 

Awak kapal harus memastikan kebersihan lingkungan yang memadai dan ventilasi di kapal. 

Penumpang dan awak kapal yang mengalami gejala harus memberi tahu petugas medis di kapal dan melakukan isolasi mandiri. Jika terdapat gejala pernapasan, pakailah masker medis.

Tag:  #kenapa #kapal #pesiar #rentan #jadi #lokasi #penyebaran #virus #seperti #hantavirus

KOMENTAR