Banyuwangi Diserbu Wisatawan saat Long Weekend, Hotel dan Homestay Penuh
Ilustrasi Banyuwangi - Pantai Teluk Hijau (Green Bay).(SHUTTERSTOCK)
11:07
18 Mei 2026

Banyuwangi Diserbu Wisatawan saat Long Weekend, Hotel dan Homestay Penuh

Mencari kamar hotel yang kosong saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus akhir pekan lalu bukan perkara mudah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sejak pagi hingga malam, sejumlah hotel menerima tamu silih berganti, sementara homestay milik warga ikut diserbu wisatawan yang datang dari berbagai daerah.

Lonjakan wisatawan selama periode 14-17 Mei 2026 membuat tingkat keterisian kamar di berbagai akomodasi nyaris menyentuh 100 persen.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 52.478 wisatawan tercatat berkunjung ke Banyuwangi selama momentum long weekend tersebut.

Baca juga: Mengenal Tradisi Tiban Sodo Purwo di Banyuwangi, Tak Cuma Adu Ketangkasan

Kondisi tersebut membuat banyak hotel berstatus fully booked. Arus kedatangan wisatawan terjadi hampir merata di sejumlah kawasan tujuan wisata, mulai wilayah perkotaan hingga destinasi favorit di sekitar pantai dan pegunungan.

General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti, mengakui tingginya animo wisatawan selama libur panjang kali ini. Menurutnya, lonjakan okupansi menjadi sinyal positif bagi industri hospitality di Banyuwangi.

“Lonjakan drastis pada angka keterisian kamar ini menjadi cerminan dari tingginya loyalitas dan kepercayaan para tamu terhadap kualitas pelayanan serta fasilitas yang kami suguhkan,” ujar Weni, Minggu (17/5/2026).

Penuhnya hotel ternyata ikut membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Homestay atau rumah singgah milik warga menjadi alternatif pilihan wisatawan yang tidak kebagian kamar hotel maupun yang mencari pengalaman menginap yang lebih dekat dengan kehidupan lokal.

Sejumlah pengelola homestay mengaku permintaan kamar meningkat tajam bahkan sejak sebelum masa libur dimulai, seperti yang dirasakan pemilik Calliandra Homestay, Arin Septianingrum.

Baca juga: Agar Daun Bawang Awet hingga Berminggu-minggu, Ini Cara Simpannya

"Banyak wisatawan melakukan pemesanan lebih awal untuk menghindari kehabisan tempat menginap," ujarnya.

Menurutnya, fenomena tersebut dinilai tidak lepas dari program “Homestay Naik Kelas” yang beberapa tahun terakhir dijalankan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Program tersebut mendorong peningkatan kualitas homestay warga melalui pembenahan fasilitas dan standardisasi layanan.

Dengan kualitas yang semakin baik, homestay warga kini dinilai mampu bersaing dengan penginapan konvensional. Selain membantu mengurai kepadatan hotel, keberadaan homestay juga membuat dampak ekonomi pariwisata lebih langsung dirasakan masyarakat.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan pada libur panjang kali ini sekaligus memperlihatkan kuatnya daya tarik Banyuwangi sebagai destinasi wisata. Kombinasi wisata alam, kemudahan akses, hingga agenda wisata yang terus berjalan menjadi faktor yang mendorong tingginya kunjungan pelancong.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, meminta seluruh pelaku wisata tetap menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan kunjungan wisatawan.

“Kami sangat mengapresiasi dan menghaturkan rasa terima kasih atas mandat yang diberikan para wisatawan dengan menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi utama mereka. Komitmen kami adalah terus memoles mutu pariwisata daerah agar setiap kunjungan meninggalkan kesan yang mendalam,” kata Hartono.

Tag:  #banyuwangi #diserbu #wisatawan #saat #long #weekend #hotel #homestay #penuh

KOMENTAR