Stasiun Karet dan Stasiun BNI City Akan Digabung, Apa Alasannya?
KAI akan menggabung Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Ini alasan yang disampaikan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.(DOK. Humas KAI)
07:19
11 Juni 2026

Stasiun Karet dan Stasiun BNI City Akan Digabung, Apa Alasannya?

Stasiun Karet dan Stasiun BNI City di Jakarta Pusat akan digabung, dengan proses yang ditargetkan rampung pada November 2026.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, penyatuan dua stasiun ini diharapkan dapat menciptakan layanan yang lebih efisien, memudahkan perpindahan penumpang, serta mengoptimalisasi operasional perkeretaapian di pusat bisnis Jakarta.

"Segera tahun ini, pokoknya kita bikin akan senyaman mungkin. Kita lihat akhir tahun, November, Desember," ujar Bobby, dilaporkan Kompas.com, Senin (8/6/2026).

Stasiun Karet dan Stasiun BNI City bakal jadi satu

Bakal dibangun fasilitas travelator penghubung

KAI akan menggabung Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Ini alasan yang disampaikan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.Rachel Farahdiba R KAI akan menggabung Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Ini alasan yang disampaikan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

Untuk diketahui, proyek penggabungan kedua stasiun ini pernah dicanangkan rampung pada Desember 2025. Namun, target tersebut belum sempat terlaksana.

Bobby mengatakan, KAI akan membangun fasilitas travelator atau eskalator datar untuk menghubungkan area Stasiun Karet dan Stasiun BNI City.

Sarana tersebut dirancang guna memudahkan perpindahan penumpang antarstasiun, serupa dengan fasilitas yang lazim digunakan di berbagai bandara modern. 

Baca juga: Ingin Coba City Check-In? Ikuti Panduan Menuju Stasiun BNI City

Melalui integrasi kedua stasiun dan penyediaan fasilitas pendukung yang memadai, KAI berharap dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih praktis, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada pelanggan.

"Pokoknya pelanggan di Jabodetabek itu akan kita bikin senyaman mungkin. Travelator kita bikin itu, kayak di bandara-bandara gitu lah," ungkap dia.

Mengapa Stasiun Karet dan BNI City disatukan?

Tak cuma karena letaknya yang berdekatan

KAI akan menggabung Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Ini alasan yang disampaikan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.kompas.com/REZA AGUSTIAN KAI akan menggabung Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Ini alasan yang disampaikan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

Bobby menjelaskan, rencana integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City didasari oleh letak kedua stasiun yang sangat berdekatan. 

Menurutnya, jarak antara keduanya hanya sekitar 150 meter sehingga keberadaan dua stasiun dalam rentang yang terlalu dekat dinilai kurang optimal dari sisi operasional.

Ia menambahkan, kedekatan lokasi tersebut juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan perjalanan kereta api. 

Dengan ruang pergerakan kereta yang terbatas di antara dua titik pemberhentian, pengaturan operasional menjadi lebih kompleks. 

Maka dari itu, penggabungan stasiun dipandang sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperkuat aspek keselamatan di lintas tersebut.

Tap in dan tap out kartu bakal di Stasiun BNI City

KAI akan menggabung Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Ini alasan yang disampaikan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.- KAI akan menggabung Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Ini alasan yang disampaikan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

Dalam skema integrasi yang disiapkan KAI, bangunan Stasiun Karet nantinya akan difungsikan sebagai area penghubung atau selasar yang terkoneksi langsung dengan Stasiun BNI City. 

Kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas travelator atau eskalator datar guna memudahkan pergerakan penumpang antarlokasi. 

"Sehingga rencananya nanti Stasiun Karet ini kita hanya akan bikinkan dia kayak selasar gitu ya. Demi kenyamanan penumpang juga nanti kita akan bikinkan travelator. Jadi semua nanti, gate-in dan gate-out-nya itu ada di stasiun BNI City," jelas Bobby.

Baca juga: 7 Tempat Foto Instagramable Dekat Stasiun Sudirman Jakarta

Sebagai informasi, mundurnya proyek ini dari target semula yang dipatok rampung pada Desember 2025 karena perusahaan masih melakukan penyempurnaan desain serta mematangkan sejumlah fasilitas pendukung untuk menunjang kenyamanan penumpang. 

Meski terintegrasi, Stasiun Karet tidak akan ditutup. Stasiun tersebut tetap melayani aktivitas naik dan turun penumpang KRL.

Sementara itu, kawasan di sekitarnya akan ditata dan dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih ramah bagi masyarakat. 

Baca juga: 2 Makam yang Paling Sering Dikunjungi di TPU Karet Bivak

KAI akan menggabung Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Ini alasan yang disampaikan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.Rachel Farahdiba R KAI akan menggabung Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Ini alasan yang disampaikan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

Integrasi kedua stasiun dinilai sebagai solusi untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi pengguna. 

Selain mengoptimalisasi pelayanan KRL Commuter Line, proyek ini juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas. 

Kawasan TOD Dukuh Atas mengintegrasikan berbagai moda angkutan massal, mulai dari KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, hingga Kereta Bandara. 

Penyelarasan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City diharapkan menjadi elemen penting dalam mewujudkan konektivitas antarmoda yang lebih seamless dan terintegrasi penuh pada 2027.

Tag:  #stasiun #karet #stasiun #city #akan #digabung #alasannya

KOMENTAR