Bitcoin Melemah ke 70.000 Dollar AS, Investor Respons Kebijakan Ketat The Fed
Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)
22:08
20 Maret 2026

Bitcoin Melemah ke 70.000 Dollar AS, Investor Respons Kebijakan Ketat The Fed

Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi ke kisaran 70.000 dollar AS setelah hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung ketat.

Pergerakan ini dipengaruhi faktor makroekonomi, termasuk revisi kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) menjadi sekitar 2,7 persen serta suku bunga yang bertahan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen.

Sebelumnya, Bitcoin sempat menguat mendekati 76.000 dollar AS pada Selasa (17/3/2026), didorong arus masuk dana institusional ke spot Bitcoin exchange traded fund (ETF) sebesar 199,37 juta dollar AS hingga sesi ketujuh berturut-turut.

Baca juga: Bitcoin Tembus 75.600 Dollar AS di Tengah Perang Timur Tengah, Kripto Jadi Safe Haven?

Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin bergerak sangat fluktuatif di tengah ketidakpastian pasar global akibat perang Iran. Meski sempat melonjak tajam, reli kripto terbesar di dunia itu mulai kehilangan momentum.UNSPLASH/ERLING LOKEN ANDERSEN Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin bergerak sangat fluktuatif di tengah ketidakpastian pasar global akibat perang Iran. Meski sempat melonjak tajam, reli kripto terbesar di dunia itu mulai kehilangan momentum.

Secara total, arus masuk selama tujuh hari mencapai 1,16 miliar dollar AS.

Kondisi tersebut mencerminkan minat investor institusional yang masih terjaga di tengah volatilitas pasar. Namun, setelah pertemuan FOMC, investor melakukan penyesuaian yang tercermin dari koreksi harga sekitar 7 persen–8 persen.

Vice President INDODAX Antony Kusuma mengatakan, pergerakan pasar kripto saat ini dipengaruhi hasil FOMC yang membentuk ekspektasi baru investor terhadap arah kebijakan moneter global.

“Keputusan FOMC yang mempertahankan suku bunga acuan serta revisi naik proyeksi inflasi menunjukkan arah kebijakan The Fed yang masih cenderung hawkish," ujar Antony dalam keterangan resmi, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Harga Minyak Tembus 110 Dollar AS, Bitcoin (BTC) Ikut Bergejolak

"Pasar pun menangkap sinyal bahwa inflasi belum turun secepat harapan, sehingga likuiditas ke aset berisiko seperti kripto menjadi lebih terbatas. Namun, ini merupakan bagian dari penyesuaian pasar terhadap dinamika ekonomi global yang terus berkembang,” imbuh dia.

Dalam keputusan terbarunya, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen dan menaikkan proyeksi inflasi 2026 menjadi sekitar 2,7 persen.

Gedung bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed). WIKIMEDIA COMMONS/BRITT LECKMAN/FEDERAL RESERVE Gedung bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed).

Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan, penurunan suku bunga akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi, di tengah ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi.

Kondisi tersebut membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat menjadi lebih terbatas, sehingga memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Baca juga: Data Tenaga Kerja AS Negatif, Harga Bitcoin dan Kripto Kompak Melemah

Saat ini, pergerakan Bitcoin berada di kisaran 70.000 dollar AS. Area 70.000 hingga 72.000 dollar AS menjadi level support penting yang dicermati investor.

Selama level ini mampu bertahan, pergerakan harga berpotensi tetap stabil dalam jangka pendek, didukung arus masuk dana institusional yang membantu menyerap tekanan jual.

Namun, jika harga melewati level support tersebut, penyesuaian harga berpotensi berlanjut ke level yang lebih rendah.

Antony menambahkan, sentimen pasar kripto saat ini cenderung dipengaruhi faktor makroekonomi.

Baca juga: Harga Bitcoin Naik Turun Tajam, Pasar Masih Dibayangi Perang Iran

“Pada kondisi pasar saat ini, sentimen pasar cenderung dipengaruhi oleh faktor makroekonomi. Namun bagi investor, fase koreksi dan konsolidasi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk menata kembali strategi investasi secara lebih bijak dengan manajemen risiko yang tepat dan fokus jangka panjang,” kata dia.

Seiring dinamika pasar, INDODAX menegaskan komitmennya menyediakan ekosistem perdagangan aset kripto yang aman, transparan, dan mudah diakses.

Platform tersebut juga mendorong literasi dan edukasi masyarakat melalui INDODAX Academy agar pengguna memahami risiko investasi dan pentingnya riset mandiri.

Selain itu, penerapan strategi seperti dollar cost averaging (DCA) dinilai dapat membantu investor menghadapi volatilitas pasar secara lebih disiplin.

Baca juga: Bitcoin Bertahan di Tengah Konflik Timur Tengah, Masih di Level 68.000–72.000 Dollar AS

Melalui edukasi berkelanjutan, masyarakat diharapkan tetap rasional, bertanggung jawab, dan berorientasi jangka panjang dalam menyikapi peluang di pasar kripto.

Tag:  #bitcoin #melemah #70000 #dollar #investor #respons #kebijakan #ketat

KOMENTAR