Impor Perak China Tembus Rekor Hampir 800 Ton pada Awal 2026
Impor perak China melonjak ke level tertinggi dalam delapan tahun pada dua bulan pertama 2026.
Ini seiring meningkatnya permintaan dari sektor industri dan investasi yang mendorong harga domestik serta menguras persediaan lokal.
Dikutip dari Golden State Mint, Minggu (22/3/2026), data bea cukai terbaru menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Februari 2026, China mengimpor lebih dari 790 ton perak.
Baca juga: Harga Emas dan Perak Dunia Anjlok di Tengah Lonjakan Minyak dan Risiko Inflasi Global
Ilustrasi perak, investasi perak.
Khusus Februari 2026 saja, impor tercatat mencapai rekor tahunan sekitar 470 ton secara tahunan (year-on-year).
Lonjakan pembelian dari luar negeri ini mencerminkan dinamika pasar perak domestik China yang semakin ketat, di tengah volatilitas harga global yang tinggi sejak awal tahun.
Permintaan domestik dorong premi harga
Kuatnya permintaan lokal menjadi faktor utama meningkatnya impor logam mulia tersebut. Permintaan yang datang dari sektor industri dan investasi mendorong harga perak di pasar domestik China berada jauh di atas acuan global.
Kondisi tersebut menyebabkan cadangan perak di bursa domestik yang sudah menipis menjadi semakin terkuras, sehingga pelaku pasar terdorong untuk meningkatkan pembelian dari luar negeri.
Baca juga: Harga Perak Melonjak Tiga Kali Lipat dalam Setahun, Apa Pemicunya?
Kenaikan premi harga lokal juga mencerminkan ketidakseimbangan pasokan jangka pendek di pasar China, meskipun secara global ketersediaan perak dinilai masih cukup.
Harga perak sangat bergejolak pada awal tahun
Tahun 2026 disebut sebagai salah satu periode paling volatil bagi harga perak. Harga spot perak sempat mencapai rekor nominal tertinggi sekitar 121,62 dollar AS per ons pada 29 Januari 2026.
Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak dunia anjlok tajam pada perdagangan Jumat (30/1/2026), setelah Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed).
Namun, harga kemudian turun hampir setengahnya menjadi sekitar 64 dollar AS per ons hanya dalam waktu sekitar satu pekan, yakni pada 6 Februari 2026 lalu.
Pergerakan harga yang tajam ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perubahan permintaan investasi, aliran modal, serta dinamika pasokan regional.
Baca juga: Konflik Iran-AS-Israel Picu Lonjakan Harga Emas dan Perak Dunia
Goldman Sachs soroti risiko fragmentasi pasar global
Analis dari Goldman Sachs memperingatkan bahwa kebijakan kontrol ekspor baru China berpotensi memperparah kekurangan pasokan lokal sekaligus menimbulkan dislokasi di pasar global.
Mereka menilai bahwa inventori yang semakin tipis menciptakan kondisi yang rentan terhadap fenomena “squeeze”, di mana reli harga bisa semakin cepat ketika arus investasi menyerap sisa logam di gudang penyimpanan global.
“Persediaan yang lebih tipis telah menciptakan kondisi untuk terjadinya tekanan (squeeze), di mana reli harga meningkat seiring dengan aliran investor yang menyerap sisa logam di brankas London dan berbalik tajam ketika kelangkaan mereda,” tulis analis Goldman Sachs Lina Thomas dan Daan Struyven.
Menurut mereka, turbulensi harga saat ini bukan disebabkan oleh kekurangan perak secara global, melainkan hambatan pasokan yang bersifat lokal sehingga mendistorsi mekanisme pasar.
Baca juga: Harga Emas Dunia Sentuh 5.263 Dollar AS, Perak Ikut Melonjak
Pembatasan ekspor tambah ketidakpastian
China pada 2026 menerapkan aturan baru yang mewajibkan persetujuan resmi untuk pengiriman perak ke luar negeri. Kebijakan tersebut dinilai berkontribusi terhadap volatilitas pasar.
Goldman Sachs menilai langkah ini berpotensi memecah pasar global perak dengan menurunkan likuiditas sekaligus memperbesar fluktuasi harga.
“Risiko gangguan dapat mendorong para pelaku untuk mengamankan persediaan mereka sendiri daripada berbagi cadangan secara global,” kata para analis Goldman Sachs.
Baca juga: Harga Perak Antam Hari Ini 19 Februari 2026 Naik, Tembus Rp 48.400 per Gram
Ilustrasi perak batangan. Harga perak dunia kembali menjadi sorotan pasar global setelah pergerakannya sangat fluktuatif dalam setahun terakhir. Logam mulia ini bahkan sempat menembus level lebih dari 100 dollar AS per troy ons pada 2026, sebelum mengalami penurunan tajam pada 30 Januari.
Mereka menambahkan, perubahan dari sistem cadangan global yang terintegrasi menuju persediaan regional yang terisolasi dapat menciptakan struktur pasar yang tidak efisien dan rentan terhadap lonjakan harga tajam di wilayah tertentu.
Permintaan investasi dan industri jadi pendorong utama
Permintaan investasi terhadap logam mulia meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan. Pada saat yang sama, kebutuhan industri terhadap perak juga terus tumbuh.
Perak merupakan bahan penting dalam berbagai sektor, termasuk energi surya, elektronik, dan teknologi kendaraan listrik. Kombinasi permintaan investasi dan penggunaan industri tersebut memperkuat tekanan pada pasar domestik China.
Lonjakan impor pada awal tahun ini juga menunjukkan pelaku pasar di China berupaya mengamankan pasokan di tengah risiko gangguan distribusi serta perubahan kebijakan perdagangan logam mulia.
Baca juga: Pergerakan Harga Emas dan Perak Melambat, Tren Bullish Dinilai Belum Berakhir
Dampak terhadap dinamika pasar global
Peningkatan impor perak oleh China berpotensi memengaruhi keseimbangan pasar global, terutama jika tren pembelian dari luar negeri terus berlanjut sepanjang tahun.
Selain itu, kebijakan pembatasan ekspor dan pergeseran strategi persediaan oleh pelaku pasar dapat menciptakan fragmentasi pasar yang lebih besar, di mana harga di berbagai wilayah bergerak dengan pola yang semakin berbeda.
Dengan volatilitas harga yang masih tinggi dan ketidakpastian pasokan regional, perkembangan pasar perak diperkirakan akan tetap menjadi perhatian investor serta pelaku industri dalam beberapa waktu ke depan.
Tag: #impor #perak #china #tembus #rekor #hampir #pada #awal #2026