Prabowo: Kepentingan Indonesia Prioritas dalam Tarif Resiprokal AS
Presiden Prabowo Subianto(Tangkap Layar Video Prabowo Menjawab)
19:20
22 Maret 2026

Prabowo: Kepentingan Indonesia Prioritas dalam Tarif Resiprokal AS

– Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepentingan nasional Indonesia menjadi prioritas utama dalam menyikapi kebijakan tarif resiprokal dengan AS.

Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa setiap kesepakatan perdagangan harus tetap berpihak pada kepentingan Indonesia.

Ia bahkan membuka kemungkinan untuk meninggalkan perjanjian jika dinilai merugikan.

Baca juga: Prabowo: Investasi Asing Wajib Patuhi Regulasi & Hilirisasi di RI

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump berbincang di sela-sela penandatanganan Perjanjian Tarif Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump berbincang di sela-sela penandatanganan Perjanjian Tarif Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

“Harus percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia, titik,” ujar Prabowo mengutip Kompas TV, Minggu (22/3/2026).

Ia menambahkan, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ada kesepakatan yang bertentangan dengan kepentingan nasional.

“Kalau saya menilai bahwa kepentingan nasional kita terancam oleh perjanjian apapun, ya, kita bisa tinggalkan,” lanjutnya.

Terkait mekanisme penyelesaian perbedaan dalam kerja sama bilateral, Prabowo menyebut bahwa kedua negara telah menyepakati pembentukan forum khusus.

Baca juga: Disinggung Prabowo, Pemprov Kaltim Selesaikan Pengembalian Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar

“Dalam perjanjian kemarin, kita juga sepakat bahwa kalau ada hal-hal yang masih kurang berkenan di kedua pihak, ataupun yang bertabrakan dengan kepentingan kita, kita akan bikin suatu council,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam kesepakatan tersebut terdapat ribuan komoditas Indonesia yang mendapatkan perlakuan tarif khusus.

“Di perjanjian kita, ada 1.819 komoditas kita yang nol,” lanjut Prabowo.

Sebagai informasi, tarif resiprokal merupakan kebijakan perdagangan timbal balik di mana dua negara saling mengenakan tarif impor dengan besaran yang setara.

Baca juga: Prabowo Segera Konversi Sepeda Motor dan Mobil Bensin Jadi Bertenaga Listrik

Indonesia dan AS sebelumnya menyepakati tarif resiprokal sebesar 19 persen sejak 19 Februari 2026, turun dari sebelumnya 32 persen, sebagai upaya menyeimbangkan perdagangan bilateral.

Kesepakatan tersebut juga mencakup pengecualian tarif 0 persen untuk sejumlah produk unggulan Indonesia seperti kelapa sawit, kopi, cokelat, serta tekstil.

Sebagai timbal balik, Indonesia memberikan pembebasan tarif untuk lebih dari 99 persen produk asal AS.

Tag:  #prabowo #kepentingan #indonesia #prioritas #dalam #tarif #resiprokal

KOMENTAR