Menkeu Purbaya: RI Belum Darurat Energi, APBN Masih Tahan Tekanan Harga
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
08:32
26 Maret 2026

Menkeu Purbaya: RI Belum Darurat Energi, APBN Masih Tahan Tekanan Harga

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia belum berada dalam kondisi darurat energi meski sejumlah negara mulai mengumumkan status tersebut di tengah gejolak global.

Ia menyebut, kondisi darurat energi tidak ditentukan oleh tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan pada ketersediaan pasokan energi.

“Darurat energi itu bukan di APBN. Darurat energi adalah kalau misalnya suplainya berhenti. Itu yang saya takut. Bukan harganya, tapi kalau suplai tidak ada,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Waspada, Krisis Energi Disertai Krisis Pangan

Menurut dia, hingga saat ini pasokan energi di dalam negeri masih terjaga sehingga belum ada alasan untuk menetapkan kondisi darurat.

Di sisi fiskal, Purbaya memastikan APBN masih mampu menahan tekanan kenaikan harga energi global. Pemerintah juga belum berencana mengubah skema subsidi maupun struktur anggaran dalam waktu dekat.

Bendahara negara ini mengatakan, dengan asumsi harga energi saat ini, kondisi fiskal diperkirakan tetap aman hingga akhir tahun, meski keputusan akhir tetap berada di tangan pimpinan pemerintah.

“Sampai sekarang, dengan harga yang ada, kita masih tahan APBN sampai akhir tahun. Jadi, kondisi masih aman,” kata dia.

Namun demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi gangguan ke depan, terutama jika krisis global berlangsung lebih lama atau berulang.

Baca juga: Panggil Bahlil hingga Purbaya, Prabowo Ingin Sampah Segera Dikelola Jadi Energi

Purbaya juga menyoroti peran belanja pemerintah dalam perekonomian nasional yang relatif kecil, yakni sekitar 10 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Sementara itu, sekitar 90 persen aktivitas ekonomi berasal dari sektor non-pemerintah, terutama swasta.

Menurutnya, fokus pemerintah tidak hanya pada efisiensi belanja negara, tetapi juga menjaga stabilitas sektor ekonomi yang lebih luas.

“Kalau saya bisa jaga yang 90 persen itu, kenapa kita ribut di bagian yang kecil? Itu pun bukan tidak efektif, hanya belum 100 persen efisien seperti yang diharapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan fiskal yang ditempuh selama ini terbukti mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tetap solid, bahkan di tengah ancaman perlambatan global.

Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di kisaran 5,4 persen, termasuk salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20.

“Kalau ekonomi tetap tumbuh, berarti kita tidak dalam kondisi resesi. Itu yang selama ini kita jaga,” ucapnya.

Tag:  #menkeu #purbaya #belum #darurat #energi #apbn #masih #tahan #tekanan #harga

KOMENTAR