Bulog Sudah Salurkan 315.000 Ton Beras SPHP dan 19 Juta Bantuan Pangan
- Perusahaan negara Perum Bulog menyatakan telah menyalurkan 315.000 ribu ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai wilayah sepanjang 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan distribusi beras SPHP dipercepat guna mengantisipasi kenaikan harga beras di sejumlah daerah.
“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau,” kata Rizal dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip, minggu (7/6/2026).
Rizal mengatakan, beras disalurkan melalui distributor resmi, pasar tradisional, kios pangan, jaringan pengecer, dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Baca juga: Puluhan Desa di Bangkalan Tolak Beras Banpang, Bulog Beri Penjelasan
Langkah ini ditempuh termasuk agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
“Penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” ujar Rizal.
Selain melalui program SPHP, pengendalian harga beras juga dilakukan dengan instrumen Bantuan Pangan (Banpang).
Rizal menyebut, hingga 6 Juni 2026 penyaluran Bantuan Pangan hampir mencapai 20 persen atau 19,92 juta dari 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Baca juga: Bulog Serap 3 Juta Ton Gabah-Beras Petani, 75 Persen Target Pengadaan 2026
Adapun pemerintah menargetkan seluruh Bantuan Pangan bisa tersalurkan pada akhir Juni mendatang.
Menurut Rizal, penyaluran Bantuan Pangan berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat dan meredam harga beras.
Pemerintah memandang, penggunaan beras SPHP dan Bantuan Pangan bisa mengendalikan harga pasar dan memastikan keseimbangan pasokan.
Masyarakat tidak lagi perlu khawatir karena stok beras kuat dan didukung jaringan distribusi yang luas.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG mencapai sekitar 5,3 juta ton,” tutur Rizal.
Baca juga: Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Purnawirawan Jenderal TNI bintang tiga itu memastikan, cadangan beras pemerintah saat ini aman dan bisa digunakan untuk stabilisasi pangan.
Oleh karena itu, Bulog meminta masyarakat tetap tenang karena stok beras nasional bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia,” kata Rizal.
Harga Beras Naik
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga beras naik di semua tingkatan mulai penggilingan, grosir, hingga eceran pada bulan Mei 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan, rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei naik 0,58 persen dari bulan sebelumnya dan 8,10 persen dari tahun lalu (year on year).
Beras premium di tingkat penggilingan misalnya, naik 0.56 persen dari bulan April (month to month) dan naik 12,81 persen dari Mei tahun lalu (year to year).
Sementara, beras medium naik 0,79 persen dari bulan April kemarin dan 6,57 persen dari Mei tahun lalu.
Tidak hanya di penggilingan, harga beras juga naik di tingkat grosir sebesar 0,68 persen dibandingkan bulan April kemarin dan 6,11 persen dari Mei tahun lalu.
Di tingkat eceran, harga beras mengalami kenaikan 0,38 persen dari April kemarin dan 4,55 persen dari Mei tahun lalu.
“Nah sebagai informasi, harga beras yang kami sampaikan ini merupakan rata-rata harga beras yang mencakup semua jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia,” tutur Pudji dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Tag: #bulog #sudah #salurkan #315000 #beras #sphp #juta #bantuan #pangan