Antisipasi Puncak Arus Balik, Kapal di Ketapang Bisa Ditambah hingga 40 Unit
Pemerintah menyiapkan strategi untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026 di lintas Ketapang–Gilimanuk. Koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi pada Kamis (26/3/2026).
"Kita harus memprioritaskan layanan penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk pada arus balik ini,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan dalam keterangan resmi.
Baca juga: Kemenhub Ramp Check 60.000 Bus Jelang Lebaran, 9.000 Dilarang Beroperasi
Aan menekankan penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) harus berjalan disiplin. Keputusan di lapangan diminta cepat menyesuaikan kondisi antrean.
“Untuk mekanisme Tiba - Bongkar - Berangkat (TBB) kita memiliki parameter V/C ratio maksimal 0,6, keputusan harus diambil secara cepat dan jangan terlambat sesuai dengan kondisi di lapangan," lanjut dia.
Evaluasi arus mudik mendorong optimalisasi buffer zone dan delaying system. Dua langkah ini ditujukan untuk mengurai antrean kendaraan menuju pelabuhan.
"Kesiapan buffer zone menjadi kunci dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Aan.
Pengaturan kendaraan barang juga menjadi perhatian. Kendaraan sumbu dua yang tidak masuk pembatasan tetap harus diatur agar lalu lintas kondusif.
Buffer zone untuk kendaraan roda empat dan bus disiapkan di Gran Watudodol dan Kantong Parkir Bulusan. Kendaraan barang diarahkan ke buffer zone Sri Tanjung serta kantong parkir PT Pusri dan Pelindo.
Baca juga: Arus Balik Ketapang-Gilimanuk Mulai Meningkat, 117.000 Kendaraan Masih di Jawa
Strategi lain difokuskan pada penambahan armada kapal. Pada kondisi normal, 28 kapal beroperasi. Jumlah ini meningkat menjadi 30 kapal saat kondisi padat dan 32 kapal saat kondisi sangat padat.
"Apabila sangat diperlukan jumlah kapal bisa ditambah menjadi 35 sampai dengan 40 kapal dan akan ada 2 kapal bantuan yang kapasitasnya 60 hingga 80 kendaraan," tambahnya.
Data PT ASDP Indonesia Ferry mencatat pada H+1 hingga H+3 sebanyak 41.526 kendaraan telah menyeberang ke Bali. Rinciannya meliputi 24.093 sepeda motor, 14.179 mobil, 927 bus, dan 2.327 truk.
"Masih terdapat 114.255 kendaraan (73 persen) yang belum menyeberang ke Bali dan ASDP memprediksi arus balik tertinggi jatuh pada H+6 atau tanggal 28 Maret 2026," tegas dia.
Tag: #antisipasi #puncak #arus #balik #kapal #ketapang #bisa #ditambah #hingga #unit