Terlalu Banyak Skincare Ternyata Bisa Picu Ruam di Wajah, Ini Kata Ahli
Rutinitas skincare yang terlalu banyak ternyata bisa memicu masalah kulit yang sering tidak disadari.
Kondisi tersebut dikenal sebagai perioral dermatitis, yaitu peradangan kulit yang biasanya muncul di sekitar mulut, hidung, dan mata.
Melansir The Guardian (8/5/2026), kasus perioral dermatitis meningkat seiring tren penggunaan skincare berlapis dan bahan aktif berkonsentrasi tinggi.
Dokter kulit menyebut banyak orang justru merusak lapisan pelindung kulit karena memakai terlalu banyak produk sekaligus demi mendapatkan kulit sempurna.
Baca juga: Kenali Tanda Awal Kulit Kekurangan Kolagen dan Cara Memperlambat Penuaan Dini
Ruam sering dikira jerawat biasa
Perioral dermatitis biasanya muncul dalam bentuk bintik merah kecil atau ruam di sekitar mulut, hidung, dan mata.
Dokter spesialis dermatologi Anjali Mahto mengatakan kondisi ini kini menjadi salah satu peradangan kulit yang paling sering ia tangani.
“Kasusnya dengan cepat menjadi salah satu kondisi peradangan kulit paling umum yang saya tangani,” ujar Mahto.
Dokter estetika Christine Hall menjelaskan area sekitar mulut lebih rentan mengalami iritasi karena kulitnya lebih tipis dan sering terkena gesekan serta sisa produk skincare.
Sekilas, kondisi ini memang mirip jerawat. Namun, perioral dermatitis biasanya tidak disertai komedo dan lebih sering menimbulkan rasa perih, kering, atau sensitif.
Baca juga: Collagen Tripeptide dan Vitamin C, Kombinasi Penting untuk Kulit Sehat dan Glowing
Skincare berlapis jadi pemicu utama
Ilustrasi produk perawatan kulit. Dokter kulit menyebut rutinitas skincare berlapis bisa merusak lapisan pelindung kulit dan memicu iritasi.
Menurut para ahli, salah satu penyebab utama meningkatnya kasus perioral dermatitis adalah penggunaan skincare berlebihan.
Banyak orang memakai serum, retinol, toner asam, pembersih eksfoliasi, hingga masker secara bersamaan tanpa memberi waktu kulit untuk pulih.
Mahto mengatakan rutinitas kompleks dengan bahan aktif berkonsentrasi tinggi dapat melemahkan lapisan pelindung kulit secara perlahan.
Efeknya sering tidak langsung terlihat karena kerusakan kulit bisa terjadi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Baca juga: 8 Tips Merawat Kulit Berminyak agar Bebas Jerawat
Produk alami dan pasta gigi juga bisa memicu
Penulis sekaligus pendiri brand skincare Dieux Skin, Charlotte Palermino, mengaku pernah mengalami perioral dermatitis akibat produk alami dengan pewangi alami.
Dokter kulit Emma Craythorne mengatakan beberapa bahan dalam produk “clean beauty” diduga dapat mengganggu keseimbangan kulit.
Selain skincare, pasta gigi dengan kandungan sodium lauryl sulfate (SLS), minyak mint, atau kayu manis juga bisa mengiritasi kulit sensitif.
Dokter gigi Alex Seijas menyarankan penggunaan pasta gigi yang lebih lembut dan bebas SLS untuk membantu mengurangi iritasi.
Cara mengatasi perioral dermatitis
Para ahli menyebut langkah paling penting justru mengurangi penggunaan produk skincare.
Craythorne menyarankan menghentikan sementara penggunaan kosmetik dan produk wajah, lalu menggantinya dengan pembersih ringan dan pelembap sederhana.
Setelah kondisi kulit membaik, bahan seperti asam azelat dapat digunakan perlahan untuk membantu mengurangi kemerahan dan peradangan.
Hall juga menyarankan kandungan yang membantu memperbaiki lapisan kulit seperti ceramide, panthenol, glycerin, dan hyaluronic acid.
Dokter estetika Paris Acharya mengingatkan perawatan agresif seperti peeling, microneedling, atau facial panas sebaiknya dihindari saat kulit masih meradang.
Baca juga: Dermatolog Ungkap Teknik 30 Detik Mencuci Muka agar Kulit Lebih Glowing
Skincare sederhana mulai dianjurkan
Para ahli menilai perioral dermatitis menjadi salah satu dampak dari budaya skincare modern yang mendorong penggunaan terlalu banyak produk.
Hall mengatakan kulit sehat sebenarnya membutuhkan keseimbangan, bukan rutinitas yang berlebihan.
“Saat kulit menerima terlalu banyak produk atau bahan aktif kuat, peradangan bisa muncul,” kata Hall.
Tag: #terlalu #banyak #skincare #ternyata #bisa #picu #ruam #wajah #kata #ahli