Bank Jatim Bukukan Laba Bersih Rp 1,54 Triliun, Tumbuh 20,65 Persen
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membukukan laba bersih (bank only) senilai Rp 1,54 triliun sepanjang 2025. Angka ini naik 20,65 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, perolehan laba tersebut ditopang oleh penyaluran kredit (bank only) senilai Rp 67,24 triliun pada periode yang sama.
Angka tersebut tumbuh konservatif 4,98 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama dibandingkan tahun lalu.
Winardi menjelaskan, laba bersih Bank Jatim tumbuh tinggi meskipun pertumbuhan kredit cederung konservatif.
Ia menjelaskan, pendapatan laba bersih merupakan turunan dari revenue (pendapatan) dikurangi biaya.
Salah satu aspek yang mendorong pendapatan adalah kredit atau pendapatan bunga kredit.
"Ini pun masih kami tumbuhkan. Namun di sisi yang lainnya kami lakukan penguatan atau penghematan dari sisi biaya. Caranya kami mendorong pertumbuhan dana murah," kata dia dalam Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Bank Jatim (BJTM) Resmi Kendalikan Bank Lampung, Disetujui OJK
Ia menambahkan, komposisi penyaluran kredit tersebut terdiri dari kredit konsumer Rp 36,54 triliun atau meningkat 6,20 persen secara tahunan atau year to year (yoy) dan kredit produktif sebesar Rp 30,7 triliun atau meningkat 3,55 persen secara tahunan (yoy).
Winardi menjelaskan, pada 2025, fokus manajemen menitikberatkan pada penetrasi dana murah dengan menggunakan pola pendekatan transaction banking dan juga berbasis pada bisnis ekosistem untuk meningkatkan jumlah dana dan juga jumlah nasabah.
Hal ini terefleksikan pada kinerja dana pihak ketiga seperti giro sebesar Rp 21,4 triliun atau meningkat 12,5 persen secara tahunan (yoy).
Kemudian dari sisi Number of Account (NoA), peningkatan jumlah nasabah sebesar 5,64 persen secara tahunan yoy atau total nasabah Dana Pihak Ketiga Bank Jatim sejumlah 10.915.749.
Ia memerinci, nilai asset Bank Jatim per 2025 berada di angka Rp 105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen secara tahunan (yoy).
Winardi menjelaskan, manajemen terus berupaya untuk melakukan perbaikan kualitas asset melalui beberapa langkah.
Bank Jatim akan melakukan mekanisme hapus buku sebesar Rp 1,03 triliun dengan prosentase recovery rate sebesar 18,6 persen atau equivalen Rp 192 miliar dan restrukturisasi sebagai langkah penyelamatan debitor yang mengalami pemburukan kolektibilitas.
"Total kredit yang telah direstrukturisasi oleh Bank Jatim sebesar Rp 4,17 triliun," imbuh dia.
Baca juga: Suntik Rp 100 M, Bank Jatim (BJTM) Jadi Pemegang Saham Pengendali Bank NTT
Tak hanya itu saja, Winardi mengungkapkan, Bank Jatim juga agresif melakukan incentive penagihan extracomtable untuk menstimulus peningkatan penerimaan dari kredit hapus buku.
Bank jatim juga memberikan keringanan bunga dan denda untuk mendorong debitur melakukan pelunasan, hingga pelunasan sebagian agunan dan fleksibilitas dalam penyelesaian penebusan agunan untuk akselerasi penyelesaian kredit.
”Dan tentu saja kami rutin monitoring dan controlling secara berkala kinerja penanganan kredit bermasalah yang dipimpin oleh direksi,” terang Winardi.
Selanjutnya, Bank Jatim telah memfinalisasi seluruh tahapan terkait rencana Kelompok Usaha Bank dengan beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) sepanjang 2025
Secara resmi Bank Jatim telah menjadi induk atas 5 Bank Pembangunan Daerah (BPD) yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.
Dengan demikian, sinergi untuk aspek permodalan telah terimplementasi secara tuntas.
”Untuk di tahun 2026 ini kami akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis dan keuangan serta aspek support lainnya sebagai enabler,” tutup Winardi.
Tag: #bank #jatim #bukukan #laba #bersih #triliun #tumbuh #2065 #persen