Perjalanan Mudik Turun, Penumpang Naik: Sinyal Baru Pola Perjalanan Lebaran 2026
- Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan merilis hasil evaluasi sektor transportasi pada periode Angkutan Lebaran 2026. Evaluasi ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran 2026, Senin (30/3/2026).
Dalam evaluasi tersebut Kemenhub mencatat adanya penurunan tingkat kecelakaan lalu lintas dibandingkan periode Lebaran tahun 2025. Namun di sisi lain, ada penurunan mobilitas pada Lebaran 2026, dibandingkan dengan ralisasi mobilitas periode Lebaran 2025.
Data penutupan posko untuk periode 13–29 Maret 2026 menunjukkan mobilitas masyarakat selama masa mudik dan arus balik mencapai 147,55 juta orang berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD).
Baca juga: Mudik Gratis, dari Kebijakan Ekonomi hingga Jalan Pulang Penuh Makna
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy PurwagandhiAngka ini meningkat 2,53 persen dibandingkan hasil survei sebesar 143,92 juta orang. Namun, jika dibandingkan dengan realisasi Angkutan Lebaran 2025, terjadi penurunan sebesar 4,57 persen dari 154,62 juta orang.
“Tentunya ada beberapa pertimbangan dari masyarakat untuk melakukan perjalanan, itu akan kami elaborasi lagi mengenai penurunan dibandingkan tahun kemarin,” ujar Dudy di Kemenhub, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan, meskipun terjadi penurunan secara tahunan, realisasi pergerakan tahun ini tetap lebih tinggi dari perkiraan awal pemerintah.
“Namun demikian bisa kami sampaikan bahwa sebagaimana yang sudah disampaikan di awal, walaupun survei menunjukkan jumlah 143,92 juta orang, namun ternyata dalam realisasi terjadi peningkatan,” jelasnya.
Baca juga: Menhub Tutup Posko Lebaran 2026, Jumlah Pemudik Capai 147,55 Juta
Peningkatan jumlah pengguna moda transportasi
Di sisi angkutan umum, jumlah penumpang tercatat mencapai 23,54 juta orang atau naik 10,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 21,23 juta penumpang.
Seluruh moda transportasi mengalami peningkatan. Angkutan jalan melayani 3,89 juta penumpang (naik 11,64 persen), angkutan laut 2,02 juta penumpang (naik 9,86 persen), dan angkutan udara 4,77 juta penumpang (naik 6,97 persen).
Kereta api mencatat 7,31 juta penumpang atau meningkat 10,13 persen, sementara moda penyeberangan menjadi yang tertinggi pertumbuhannya dengan 5,52 juta penumpang atau naik 15,36 persen.
Baca juga: Mudik dan Lebaran Angkat Asa Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 di Atas 5 Persen
Pergerakan kendaraan di Jabodetabek
Jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek selama periode Lebaran 2026 tercatat mencapai 2,96 juta unit, meningkat 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 2,85 juta kendaraan.
Mayoritas kendaraan bergerak ke arah timur sebesar 51,5 persen atau sekitar 1,5 juta kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang menuju arah barat mencapai 26,5 persen atau sekitar 785.000 kendaraan, dan ke arah selatan sebesar 22 persen atau 654.000 kendaraan.
Di sisi lain, kendaraan yang masuk ke Jabodetabek tercatat sebanyak 2,70 juta unit, sedikit menurun 0,40 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2,72 juta kendaraan.
Pergerakan kendaraan yang masuk didominasi dari arah timur sebesar 48,1 persen atau 1,30 juta kendaraan, diikuti dari arah barat sebesar 28,3 persen atau 768.000 kendaraan, serta dari arah selatan sebesar 23,5 persen atau 637.000 kendaraan.
Baca juga: Menhub Dudy Minta Maaf atas Kemacetan Parah di Tol Saat Lebaran 2026
Kondisi lalu lintas dan kepadatan kendaraan
Menhub mengatakan bahwa selama periode Lebaran 2026, kondisi lalu lintas selama arus mudik dan balik tergolong lancar. Kecepatan rata-rata kendaraan saat arus mudik dari Jakarta menuju Semarang tercatat sebesar 81,60 km per jam, sedangkan pada arus balik dari Semarang menuju Jakarta mencapai 81,36 km per jam.
Dari sisi ketepatan waktu layanan transportasi, capaian masing-masing moda menunjukkan variasi. Moda darat mencatat ketepatan waktu sebesar 74,93 persen, angkutan laut mencapai 96,99 persen, dan angkutan udara domestik sebesar 76,15 persen serta internasional 74,08 persen.
Kereta api antarkota mencatat ketepatan waktu 96,90 persen, kereta api perkotaan regional sebesar 98,90 persen, serta moda penyeberangan sebesar 94,74 persen.
Baca juga: Survei KedaiKOPI: 85 Persen Masyarakat Berencana Mudik Lebaran dan Manfaatkan Mudik Gratis
Peningkatan keselamatan
Dari aspek keselamatan, jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode posko tercatat sebanyak 3.517 kejadian, menurun 6,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.754 kejadian.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi, baik dalam aspek kelaikan sarana, kesiapan prasarana, maupun kepatuhan terhadap standar operasional,” ujar Menhub.
“Pelaksanaan rampcheck, pengawasan di lapangan, serta pengendalian lalu lintas yang terintegrasi/ harus terus kita perkuat,” lanjut Menhub.
Penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia yang tercatat sebanyak 300 orang atau turun 31,19 persen dari 436 orang pada tahun sebelumnya.
Selain itu, jumlah korban luka berat juga mengalami penurunan menjadi 637 orang, berkurang 13,80 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 739 orang.
“Kualitas pelayanan kepada masyarakat juga harus terus ditingkatkan. Transportasi haruslah menjadi sebuah upaya memindahkan orang dan barang, seraya menghadirkan rasa aman, nyaman, dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” tegas Menhub.
Baca juga: Mudik Gratis BUMN 2026 Sasar 200 Kota, Layani 116.688 Pemudik
Tag: #perjalanan #mudik #turun #penumpang #naik #sinyal #baru #pola #perjalanan #lebaran #2026