Hansi Flick Terpaksa Biarkan Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Saya Nggak Suka!
Lamine Yamal kibarkan bendera Palestina (istimewa)
14:24
13 Mei 2026

Hansi Flick Terpaksa Biarkan Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina: Saya Nggak Suka!

Keputusan Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina di atas bus terbuka Barcelona memicu reaksi dingin dari pelatih Hansi Flick. Arsitek asal Jerman tersebut menegaskan bahwa meski ia tidak menyukai aksi tersebut, Yamal memiliki hak pribadi sebagai pria dewasa.

Winger berusia 18 tahun itu secara terbuka memamerkan dukungannya terhadap Palestina di hadapan ratusan ribu penggemar setianya. Selain membawa bendera fisik, bintang muda muslim ini juga mengunggah momen emosional tersebut ke akun Instagram pribadinya.

Hansi Flick akhirnya buka suara menanggapi sorotan publik terkait pilihan politik pemain keturunan Maroko tersebut di lapangan. Pelatih kawakan ini memilih untuk berbicara secara privat dengan sang pemain guna membahas dampak dari tindakan tersebut.

9 Pemain Kejar Rekor Gila di Piala Dunia 2026: Dari Messi hingga Kylian Mbappe [Istimewa]9 Pemain Kejar Rekor Gila di Piala Dunia 2026: Dari Messi hingga Kylian Mbappe [Istimewa]

"Ini biasanya tidak saya sukai," kata Flick saat memberikan keterangan dalam konferensi pers pada hari Selasa kemarin.

"Saya berbicara dengannya. Saya katakan jika dia menginginkan ini, itu adalah keputusannya. Dia sudah cukup dewasa. Dia berusia 18 tahun," tambahnya.

Bagi Flick, fokus utama tim seharusnya tetap berada pada euforia perayaan gelar juara liga yang diraih secara beruntun. Ia berpendapat bahwa sepak bola memiliki fungsi utama sebagai pemantik kebahagiaan bagi masyarakat luas tanpa embel-embel lain.

Pelatih Barcelona ini merasa gairah yang ditunjukkan sekitar 750.000 pendukung di jalanan jauh lebih krusial dibandingkan isu luar. Kehadiran massa yang luar biasa masif tersebut menjadi bukti betapa tingginya ekspektasi publik terhadap performa teknis tim di lapangan.

Lamine Yamal (IG Lamine Yamal)Lamine Yamal (IG Lamine Yamal)

"Kami bermain sepak bola dan Anda bisa melihat apa yang orang harapkan dari kami," ujar Flick menjelaskan sudut pandangnya.

"Kami bermain sepak bola untuk membuat orang bahagia. Ini bagi saya adalah hal pertama yang harus kami lakukan," tegas sang pelatih.

Angka kehadiran pendukung yang dirilis otoritas lokal tersebut mencerminkan betapa besarnya pengaruh Barcelona sebagai institusi olahraga global saat ini. Namun, kehadiran simbol politik di tengah kerumunan massa tetap menjadi topik hangat yang sulit untuk diabaikan begitu saja.

Fenomena dukungan terhadap Palestina ini sebenarnya merupakan bagian dari arus besar penolakan terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza. Dunia olahraga kini tidak lagi steril dari protes keras yang sebelumnya juga merambah ke cabang balap sepeda hingga basket.

Spanyol sendiri mengambil posisi yang cukup tegas di panggung internasional terkait konflik yang sedang berlangsung di wilayah Timur Tengah tersebut. Negara ini menjadi satu dari lima negara yang melakukan boikot terhadap kontes lagu Eurovision sebagai bentuk protes resmi.

Lamine Yamal kini memikul beban besar sebagai suksesor takhta Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam jagat sepak bola modern. Meskipun melewatkan laga penentuan juara melawan Real Madrid karena cedera, pesonanya sebagai megabintang baru tetap tidak meredup.

Kini perhatian publik tertuju pada performa Yamal yang dijadwalkan akan memperkuat tim nasional Spanyol dalam ajang Piala Dunia mendatang. Turnamen besar yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut akan menjadi pembuktian kematangan mental serta kualitas teknisnya.

Spanyol akan memulai petualangan mereka di Grup H melawan Tanjung Verde pada tanggal 15 Juni sebagai laga pembuka. Setelah itu, mereka akan menghadapi tantangan dari Arab Saudi serta Uruguay dalam upaya merebut trofi paling bergengsi di dunia.

Aksi Lamine Yamal terjadi di tengah parade bus terbuka Barcelona merayakan gelar juara LaLiga di hadapan hampir satu juta warga kota. Konflik di Gaza telah memicu polarisasi global yang membuat banyak atlet menggunakan platform mereka untuk menyuarakan isu kemanusiaan. Hansi Flick, yang baru menahkodai Barcelona, mencoba menjaga keseimbangan antara kedisiplinan tim dan kebebasan berekspresi pemainnya di tengah tekanan politik internasional.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #hansi #flick #terpaksa #biarkan #lamine #yamal #kibarkan #bendera #palestina #saya #nggak #suka

KOMENTAR