Harga Minyak Melonjak Lebih dari 5 Persen, Brent Tembus 105 Dollar AS
– Harga minyak dunia menguat tajam di tengah ketidakpastian arah konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Berdasarkan data di laman TradingView, Kamis (2/4/2026) pukul 08.34 WIB, harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan global tercatat di level 106,15 dollar AS per barel, naik 5,92 poin atau 5,91 persen.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi 104,26 dollar AS per barel, menguat 5,36 poin atau 5,42 persen.
Baca juga: Harga Minyak Naik 52 Persen, Biaya Haji 2026 dan Devisa Pariwisata Berpotensi Terdampak
Kenaikan harga minyak ini terjadi setelah sebelumnya pasar bergerak fluktuatif, dipengaruhi pernyataan Presiden AS, Donald Trump terkait konflik dengan Iran yang memunculkan harapan deeskalasi, namun juga dibayangi potensi eskalasi militer lebih lanjut.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati perkembangan situasi di Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi lintasan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global. Gangguan distribusi di kawasan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan harga energi.
Dikutip dari CNBC, Kamis (2/4/2026), Trump sebelumnya melalui unggahan di Truth Social menyatakan bahwa Iran telah meminta gencatan senjata. Pernyataan ini sempat memicu harapan bahwa lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz akan kembali normal.
Baca juga: Trump Kesal Sekutu Eropa Tak Bantu AS, Minta Inggris dan Perancis Cari Minyak Sendiri
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang sebelumnya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Namun sejak pecahnya konflik antara AS dan Israel melawan Iran pada 28 Februari, aktivitas di jalur tersebut nyaris terhenti.
Trump menyebut permintaan gencatan senjata dari “Presiden rezim baru” Iran hanya akan dipertimbangkan jika Selat Hormuz dibuka kembali secara penuh.
Ia juga melontarkan pernyataan keras bahwa AS akan terus menekan Iran hingga kondisi tersebut terpenuhi.
Di sisi lain, Iran membantah klaim tersebut. Pemerintah Iran menegaskan bahwa jalur pelayaran itu tidak akan dibuka hanya berdasarkan pernyataan yang dinilai berlebihan dari Trump.
Iran juga menyatakan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC).
Baca juga: 5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Sejak konflik berlangsung, kedua pihak kerap menyampaikan klaim yang saling bertentangan terkait peluang tercapainya kesepakatan damai.
Trump sendiri dinilai memberikan sinyal yang tidak konsisten, di satu sisi menyebut negosiasi hampir mencapai kesepakatan, namun di sisi lain membuka kemungkinan eskalasi dengan pengiriman ribuan pasukan tambahan ke kawasan.
Tag: #harga #minyak #melonjak #lebih #dari #persen #brent #tembus #dollar