BPS Catat Impor Pikap Tembus Rp 975,8 Miliar, Didominasi dari India dan Thailand
- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sepanjang Januari-Februari 2026, impor kendaraan niaga jenis mobil pikap atau rigid truck telah mencapai 57,4 juta dollar AS atau setara dengan Rp 975,8 miliar (kurs Rp 17.000 per dollar AS).
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono mengatakan bahwa, impor pikap tersebut berasal dari dua negara di antaranya India dan Thailand.
“Mobil Pick Up, Pick Up truck, kemudian juga komplet build up-nya, pada Januari-Februari ini sebesar 57,4 juta dollar AS, dengan negara asalnya itu India dan Thailand,” ujar Ateng dalam rilis BPS di Kantor Pusat BPS, Rabu (1/4/2026).
Ateng menyebut bahwa komoditas yang dimaksud termasuk dalam kode HS 8704.21.26, yang merujuk pada kendaraan bermotor untuk angkutan barang (pickap) dalam kondisi utuh atau completely built up (CBU).
Baca juga: Aturan Baru BBM Subsidi: Mobil Pribadi Maksimal Beli 50 Liter, Angkutan Umum Boleh Lebih
Namun ia mengatakan bahwa untuk mengidentifikasi peruntukannya masih memerlukan kajian lebih mendalam.
BPS katanya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan peruntukan akhir dari ribuan unit kendaraan yang masuk tersebut.
Ia menyebut data yang dirilis BPS bersifat teknis terkait lalu lintas perdagangan luar negeri.
Sebelumnya muncul polemik saat PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) berencana melakukan impor 105.000 unit mobil pick-up dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan pihaknya telah mengundang hampir seluruh produsen lokal untuk mengikuti proses pengadaan.
Namun dalam proyek berskala besar tersebut, Agrinas membutuhkan harga yang lebih kompetitif.
Melalui skema impor dari India untuk kebutuhan pick-up 4x4 dan truk, Agrinas mengeklaim potensi efisiensi anggaran bisa mencapai Rp 46,5 triliun.
“Kami melakukan prosedural pengadaan sesuai dengan standar pengadaan, yaitu mulai dari klarifikasi, kualifikasi, negosiasi, dan setelah di ujung ya harus ada kesepakatan,” kata Joao dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Rencana impor tersebut sempat menuai polemik. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana tersebut.
"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Impor 105.000 Pikap dari India Tetap Jalan, Kemenkop Buka Suara
Tag: #catat #impor #pikap #tembus #9758 #miliar #didominasi #dari #india #thailand