Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan
Ilustrasi Waskita Karya. (Dok: Waskita Karya)
14:17
2 April 2026

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif di tengah upaya penyehatan keuangan. 

Sepanjang 2025, perusahaan konstruksi pelat merah ini membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp8,85 triliun, dengan kontribusi anak usaha Rp3,1 triliun dan induk usaha Rp5,75 triliun.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyampaikan bahwa capaian tersebut ditopang oleh sejumlah proyek yang tengah berjalan, terutama proyek pemerintah. 

Berdasarkan segmentasi, pendapatan terbesar berasal dari segmen konektivitas sebesar Rp3,3 triliun, disusul Sumber Daya Air (SDA) Rp1,4 triliun, gedung Rp1,2 triliun, dan segmen lainnya Rp0,9 triliun.

“Pendapatan ini memperkuat komitmen Perseroan dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” ujar Ermy dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Meski demikian, Waskita masih mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp7,2 triliun atau sekitar 82 persen dari total pendapatan usaha. 

Beban ini dipengaruhi oleh penyelesaian proyek berjalan serta sejumlah proyek lama yang masih membutuhkan pendanaan (cash to completion). Perusahaan menargetkan seluruh proyek lama tersebut rampung pada 2026.

Dari sisi profitabilitas, Waskita mencatatkan laba bruto Rp1,58 triliun pada 2025, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,41 triliun. 

Margin laba bruto (gross profit margin) juga membaik menjadi 18 persen dari sebelumnya 13 persen.

Menurut Ermy, peningkatan tersebut didorong oleh strategi efisiensi yang diterapkan secara menyeluruh, baik di induk maupun anak usaha. 

Perseroan juga mengimplementasikan lean organization serta mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efektivitas operasional.

Dalam operasionalnya, Waskita mengintegrasikan sistem ERP SAP S/4 HANA dengan Building Information Modelling (BIM) dan Last Planner System (LPS).

Selain itu, perusahaan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan melalui Waskita Intelligent Sensing System (WISENS), termasuk fitur AI Pavement Crack Detection untuk mendeteksi kerusakan jalan.

“Penggunaan AI memungkinkan proses inspeksi menjadi lebih cepat hingga 40 persen, sekaligus meningkatkan akurasi pengawasan aset,” jelasnya.

Dari sisi biaya, Waskita mencatatkan beban operasional (opex) sebesar Rp1,7 triliun, dengan 76,6 persen berupa biaya kas dan sisanya non-kas seperti penyusutan dan amortisasi.

Dalam upaya memperkuat struktur keuangan, Waskita berhasil menurunkan liabilitas sebesar Rp2,21 triliun sepanjang 2025. 

Ilustrasi pembangunan infrastruktur nasional. (Dok: Istimewa)Ilustrasi pembangunan infrastruktur nasional Waskita. (Dok: Istimewa)

Strategi ini dilakukan melalui percepatan divestasi jalan tol dan optimalisasi aset, sejalan dengan fokus perusahaan untuk kembali ke bisnis inti sebagai kontraktor murni.

Sejumlah aksi korporasi telah dilakukan, antara lain divestasi PT Waskita Sangir Energi sebesar 94,7 persen, pelepasan 35 persen saham PT Cimanggis Cibitung Tollways, serta divestasi 20 persen saham PT Waskita Modern Realty.

Di sisi lain, perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB) mencapai Rp12,52 triliun, meningkat dari Rp9,55 triliun pada 2024. 

Kontrak tersebut didominasi proyek pemerintah, termasuk pembangunan jaringan irigasi, Sekolah Rakyat, hingga rumah sakit daerah.

Hingga akhir 2025, Waskita mengelola 63 proyek dengan total nilai kontrak mencapai Rp31,7 triliun.

Perseroan juga terus melanjutkan restrukturisasi utang, termasuk skema Master Restructuring Agreement (MRA) dan Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) 2021 senilai Rp31,65 triliun yang telah disetujui mayoritas kreditur. Selain itu, restrukturisasi obligasi non-penjaminan senilai Rp3,35 triliun juga hampir rampung.

“Ke depan, kami berkomitmen memperkuat tata kelola dan menjaga keberlanjutan operasional melalui inovasi serta manajemen risiko yang lebih adaptif,” tutup Ermy.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #waskita #karya #catat #laba #kotor #rp158 #triliun #genjot #percepat #penyehatan #keuangan

KOMENTAR