Proyek Jet Tempur KF-21 Dibahas Lagi, RI Kirim Tim ke Korsel
Jet tempur KF-21 Korea Selatan mendarat setelah demonstrasi udara selama Pameran Dirgantara dan Pertahanan Internasional Seoul (ADEX) 2023.(GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)
16:36
2 April 2026

Proyek Jet Tempur KF-21 Dibahas Lagi, RI Kirim Tim ke Korsel

- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah Indonesia dan Korea Selatan membahas sejumlah isu strategis dalam pertemuan bilateral, termasuk kelanjutan proyek jet tempur KF-21 atau IF-X.

Airlangga mengatakan, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melanjutkan pembahasan proyek tersebut dengan mengirim tim teknis ke Korea Selatan.

“Dalam pertemuan bilateral, salah satu isu yang diangkat memang terkait dengan IF-X, dan Bapak Presiden menyampaikan akan segera mengirim tim, baik yang bersifat teknis maupun engineering,” ujar Airlangga dalam keterangannya dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Indonesia Khawatir Disalip Filipina, Gerak Cepat Negosiasi Jet Tempur Korsel KF-21

Proyek lama, masih bahas teknis

Kerja sama pengembangan jet tempur ini sudah berjalan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Proyek berlanjut pada masa Presiden Joko Widodo hingga pemerintahan saat ini.

Airlangga menyebut masih ada sejumlah isu teknis yang dibahas, termasuk spesifikasi. Pemerintah juga membuka opsi skema pembayaran baru.

“Memang ada isu-isu teknis terkait spesifikasi dan yang lain, tetapi harapannya ini akan diselesaikan dengan dikirimnya tim ke sana,” lanjutnya.

Isu halal dan perdagangan

Pertemuan bilateral juga membahas isu perdagangan. Salah satunya terkait sertifikasi halal produk makanan dan minuman dari Korea Selatan.

Airlangga mengatakan, lima lembaga di Korea Selatan sudah menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Jadi isu halal ini sudah clear dengan Korea,” ucapnya.

Baca juga: Menteri P2MI Lepas 12 Pekerja Migran ke Korsel untuk Rakit Jet KF-21

Perlindungan kekayaan intelektual

Kedua negara turut membahas perlindungan hak kekayaan intelektual atau intellectual property rights (IPR).

Pemerintah berkomitmen memberi perlakuan setara bagi Korea Selatan, sama seperti negara mitra lain.

“Harapannya apa yang diberikan kepada negara lain, itu juga sama dengan apa yang kita berikan kepada Korea, dan itu diberikan pada level playing field,” ujar Airlangga.

Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara di sektor pertahanan, perdagangan, dan investasi.

Tag:  #proyek #tempur #dibahas #lagi #kirim #korsel

KOMENTAR