Sempat Mandek, Proyek Tol Tanpa Henti Kembali Diuji
Ilustrasi jalan tol.(Dok. PT Hutama Karya (Persero))
20:28
2 April 2026

Sempat Mandek, Proyek Tol Tanpa Henti Kembali Diuji

- Pemerintah kembali menguji sistem tol tanpa henti atau multi lane free flow (MLFF) setelah proyek ini sempat mandek dan memicu perbedaan klaim.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian mengatakan uji coba dilakukan ulang atas rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Pelaksanaan sistem pembayaraan MLFF ini memang sempat mengalami stagnasi. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merekomendasikan BPJT untuk melanjutkan atau melakukan uji coba kembali MLFF,” ujar Wilan dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Volume Lalu Lintas Jalan Tol Jabodetabek dan Bandung Meningkat hingga H+3 Lebaran

Ia mengakui sebelumnya muncul dua klaim berbeda terkait kesiapan sistem. BPJT dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menilai sistem belum berhasil. Sementara Roatex menyatakan sistem sudah siap digunakan.

“Adapun uji coba kembali dilakukan, setelah sebelumnya terdapat dua klaim yang berbeda, di mana dari BPJT atau BUJT menyatakan bahwa sistem belum berhasil. Sementara dari Roatex menyatakan bahwa sistem tersebut sudah berhasil,” kata Wilan.

Untuk menguji perbedaan tersebut, BPJT menyiapkan uji coba menyeluruh dari awal hingga akhir. Pengujian mencakup proses unduh aplikasi, penggunaan di jalan tol, hingga pembayaran diterima oleh operator.

Tahap awal dimulai dari pra uji coba. Roatex diminta menyusun kerangka uji coba atau term of reference (TOR) sesuai kontrak.

Sebelumnya, BPJT telah melakukan functional test pada 3 hingga 5 Maret 2026. Pengujian ini berfokus pada demonstrasi fitur aplikasi CANTAS dalam skenario dasar.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan kembali functional test tahap dua, tujuannya untuk melengkapi kesiapan infrastruktur jalan tol yang akan digunakan,” ujar Wilan.

Baca juga: Jasa Marga Targetkan Perbaikan Jalan Tol Rampung 14 Maret 2026

Setelah seluruh tahapan selesai, uji coba penuh akan dilakukan. Pemerintah belum menetapkan jadwal pasti, namun menargetkan pelaksanaan secepat mungkin.

“Untuk target waktu pelaksanaannya, prinsipnya adalah semakin cepat semakin baik atau the sooner the better,” kata dia.

MLFF sendiri bukan proyek baru. Sistem ini sudah dirintis sejak 2016 saat kunjungan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban ke Indonesia.

Proyek ini dikerjakan Roatex Ltd melalui PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) dengan pendanaan sekitar 300 juta dollar AS atau setara Rp 4,65 triliun.

Molornya implementasi dan perbedaan klaim menunjukkan proyek ini masih menghadapi persoalan teknis dan koordinasi. Uji coba ulang menjadi penentu apakah MLFF siap diterapkan atau kembali tertunda.

Tag:  #sempat #mandek #proyek #tanpa #henti #kembali #diuji

KOMENTAR