Askrindo Jamin KUR Rp 1.125 Triliun, Dorong Penyerapan 62,7 Juta Tenaga Kerja
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) telah menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Nilai ini direalisasikan selama periode 2007-2025.
Penjaminan tersebut mendorong penyerapan tenaga kerja di Indonesia sebanyak 62,7 juta orang.
Sementara sepanjang 2025, nilai KUR yang dijamin Askrindo menyentuh Rp 114 triliun dengan 2 juta debitur UMKM.
Adapun volume penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,7 juta orang.
Baca juga: Tabel KUR BRI April 2026 Pinjaman 50 Juta, Cicilan Mulai Rp 990 Ribu per Bulan
Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, mengatakan capaian tersebut mencerminkan fundamental bisnis perusahaan yang semakin kuat.
Pada tahun ini, perusahaan membukukan Hasil Underwriting Netto senilai Rp 1,28 triliun (unaudited).
Sejalan dengan itu, premi bruto tercatat Rp 4,44 triliun (unaudited). Ia menilai capaian tersebut mencerminkan perusahaan terus memperkuat portofolio bisnisnya.
“Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,” ujar Fankar saat peringatan HUT ke-55 Askrindo disiarkan, Senin (6/4/2026).
Selama 55 tahun berdiri atau sejak 6 April 1971, ia menilai Askrindo terus menunjukkan kinerja yang solid dan mendukung perekonomian nasional.
Dalam rangkaian acara puncak HUT, Askrindo meluncurkan sistem sentralisasi FINTRACS dan ASK-SCORING, bagian dari penguatan transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan.
“Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses bisnis, memperkuat manajemen risiko, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data,” paparnya.
Lebih jauh, Askrindo menghadirkan Financial Transaction System (FINTRACS), yaitu sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memusatkan proses transaksi keuangan perusahaan.
Melalui FINTRACS, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas kini terintegrasi dalam satu platform, dilengkapi dengan pencatatan jurnal otomatis dan proses settlement yang lebih sistematis.
“Sistem ini juga memungkinkan monitoring transaksi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol,” ucap Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaza.
Manajemen meyakini bahwa Implementasi FINTRACS bisa mendorong efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manual, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.
Selain itu, Askrindo juga memperkenalkan ASK-SCORING alias Askrindo Underwriting Scoring System sebagai solusi meningkatkan kualitas dan kecepatan proses underwriting.
Melalui ASK-SCORING, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi.
“Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi,” lanjut Leonardo.
Dengan dukungan kedua aplikasi tersebut, Askrindo dapat memperkuat kualitas portofolio pertanggungan sekaligus mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif.
Sejalan dengan penguatan aspek internal dan sosial, Askrindo juga mempertegas perannya dalam ekosistem pembiayaan nasional melalui transformasi bisnis yang berkelanjutan.
Dengan penguatan proses bisnis melalui transformasi digital dan manajemen risiko, perusahaan optimistis dapat memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi UMKM, serta meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui momentum HUT ke-55 ini, Askrindo menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan kinerja, serta memperluas peran sebagai mitra strategis dalam mendorong pembiayaan produktif dan daya saing ekonomi nasional.
Baca juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 7,35 T hingga Februari 2026, Didominasi Sektor Produksi
Tag: #askrindo #jamin #1125 #triliun #dorong #penyerapan #juta #tenaga #kerja