Negosiasi Gagal, AS Umumkan Blokade Selat Hormuz, Kapal Berbalik Arah
Ilustrasi Selat Hormuz.(Wikimedia Commons)
09:52
13 April 2026

Negosiasi Gagal, AS Umumkan Blokade Selat Hormuz, Kapal Berbalik Arah

– Sejumlah kapal tanker minyak mulai menghindari Selat Hormuz menjelang rencana blokade oleh Amerika Serikat pada Senin sore. Pergerakan ini terlihat dari data pelacakan kapal.

Langkah tersebut muncul setelah perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan pada akhir pekan. Situasi ini meningkatkan ketegangan dan mengancam gencatan senjata dua pekan yang masih rapuh.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Angkatan Laut akan mulai memblokade Selat Hormuz. Keputusan ini diambil setelah negosiasi maraton dengan Iran tidak menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Komando Pusat Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM) menyebut blokade mulai berlaku pukul 10.00 waktu timur AS atau pukul 14.00 GMT pada Senin. Operasi ini menargetkan seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran.

Baca juga: Dari Hormuz ke Sawah: Geopolitik Pupuk dan Ketahanan Pangan Dunia

Blokade tersebut akan "diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," demikian pernyataan resmi yang disampaikan melalui platform X.

CENTCOM menegaskan kebebasan navigasi tetap dijamin bagi kapal yang melintas menuju pelabuhan non-Iran. Informasi tambahan akan disampaikan kepada pelaut komersial melalui pemberitahuan resmi sebelum blokade dimulai.

Respons Iran dan Pergerakan Kapal

Respons keras datang dari Iran. Garda Revolusi Iran menyatakan setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditindak tegas.

Data pelacakan menunjukkan sejumlah kapal masih bergerak di kawasan tersebut. Kapal tanker berbendera Pakistan, Shalamar dan Khairpur, memasuki Teluk pada Minggu.

Shalamar menuju Uni Emirat Arab untuk memuat minyak mentah Das. Khairpur bergerak ke Kuwait untuk memuat produk olahan minyak.

Kapal tanker minyak mentah super besar atau Very Large Crude Carrier (VLCC) Mombasa B berbendera Liberia juga melintasi selat sebelumnya. Kapal tersebut kini berada di Teluk untuk pengisian bahan bakar.

Pergerakan berbeda terlihat pada kapal VLCC Agios Fanourios I berbendera Malta. Kapal ini sempat mencoba memasuki Teluk untuk memuat minyak mentah Basra dari Irak menuju Vietnam. Namun kapal berbalik arah dan kini berlabuh di dekat Teluk Oman.

Baca juga: Trump Ancam Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Tembus 100 Dollar AS

Sejumlah perusahaan pengelola kapal belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Meski ketegangan meningkat, tiga kapal tanker super bermuatan penuh masih melintasi Selat Hormuz pada Sabtu. Data menunjukkan kapal tersebut menjadi yang pertama keluar dari Teluk sejak gencatan senjata diumumkan pekan lalu.

Tag:  #negosiasi #gagal #umumkan #blokade #selat #hormuz #kapal #berbalik #arah

KOMENTAR