Purbaya: RI Punya Pertahanan Berlapis, Tak Bergantung Dana IMF dan Bank Dunia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan pada Kamis (9/4/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )
13:04
17 April 2026

Purbaya: RI Punya Pertahanan Berlapis, Tak Bergantung Dana IMF dan Bank Dunia

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia memiliki ketahanan fiskal yang kuat dan tidak bergantung pada bantuan lembaga internasional di tengah ketidakpastian global.

Menurut dia, posisi fiskal Indonesia saat ini ditopang bantalan anggaran yang cukup besar, sehingga mampu menghadapi tekanan eksternal tanpa harus mengandalkan bantuan luar negeri.

“IMF menyiapkan dana untuk negara-negara yang butuh, saya diam saja. Karena uang saya banyak, karena ada Rp 402 triliun,” ujar Purbaya wawancara eksklusif kepada KompasTV, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Purbaya soal Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi RI Turun: Dia Minta Maaf...

Ia membandingkan, dana yang dimiliki lembaga internasional tersebut relatif terbatas karena harus dibagi ke banyak negara.

“Dia hanya punya mungkin 20–40 miliar dollar AS, sama dengan World Bank. Jadi ya sama dengan uang kita, dia untuk dibagi-bagi banyak negara, kita punya buat sendirian. Jadi pertahanan kita cukup berlapis-lapis dibanding yang lain,” katanya.

Purbaya menjelaskan, kekuatan tersebut berasal dari pengelolaan fiskal yang disiplin, terutama dalam menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ia mengakui, sejumlah pihak sempat meragukan kemampuan pemerintah mempertahankan defisit di tengah tekanan global dan kebutuhan belanja negara.

“Yang penting gini, mereka tidak percaya anggaran kita bisa ditahan defisitnya di bawah 3 persen. Saya bilang dengan tegas bahwa itu kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan kita tidak akan melanggar,” ucapnya.

Pemerintah, lanjut dia, telah menyiapkan berbagai langkah penyesuaian agar defisit tetap terkendali tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

“Buktinya di tahun 2025, orang anggap defisit bisa tembus 3,4–3,5 persen, tapi bisa kita kendalikan. Di awal laporan kita turun ke 2,9 persen,” kata Purbaya.

Bahkan, ia memperkirakan realisasi defisit tersebut masih berpotensi lebih rendah dari angka sementara.

“Tapi angka yang sesungguhnya nanti kelihatannya di bawah 2,9 persen, mungkin di kisaran 2,8 persen,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Purbaya menilai Indonesia mampu mengelola anggaran secara efisien sekaligus menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap tinggi.

Menkeu Purbaya menekankan bahwa model pengelolaan fiskal Indonesia tersebut bahkan menjadi contoh bagi negara lain, karena mampu menjaga keseimbangan antara disiplin anggaran dan pertumbuhan ekonomi.

“Kita juga bilang ke IMF dan lain-lain, bahwa kita bisa belanja dengan efisien, tapi tumbuhnya lebih cepat dibanding negara-negara di kawasan,” ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, Indonesia saat ini termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi di kelompok negara berkembang, meskipun tetap menjaga defisit fiskal relatif rendah dibanding negara lain.

Baca juga: Pungutan Pajak Toko Online di E-Commerce Masih Tunggu Instruksi Purbaya

Tag:  #purbaya #punya #pertahanan #berlapis #bergantung #dana #bank #dunia

KOMENTAR