5 Fakta Dua Pemuda Bogor Dipatuk Ular Weling: Sempat Jadi Mainan hingga Satu Orang Tewas
Foto sebagai ILUSTRASI: Rafa (11) terbaring tak sadarkan diri di ruang rawat intensif anak (PICU) RSUP Dr. Kariadi, Semarang karena keganasan bisa ular weling yang menggigitnya, Kamis (17/7/2025). [Istimewa]
13:04
15 Mei 2026

5 Fakta Dua Pemuda Bogor Dipatuk Ular Weling: Sempat Jadi Mainan hingga Satu Orang Tewas

Nasib nahas menimpa dua pemuda di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Niat hati ingin bermain, nyawa salah satu dari mereka justru melayang usai dipatuk ular berbisa jenis weling (krait).

"Nah, korban mungkin tidak tahu itu ular berbisa. Nah, pada saat digigit, ada rekannya yang refleks menangkap ular tersebut," tutur Lurah Pasir Jaya, Rizki Dwi Nugraha, dikutip pada Jumat (15/5/2026).

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (12/5/2026) malam ini menyisakan duka mendalam dan pelajaran berharga tentang bahaya satwa liar.

Berikut adalah fakta-fakta di balik insiden maut tersebut:

1. Kronologi Saat Sedang Nongkrong

Peristiwa ini bermula saat korban berinisial UZS (18) alias Umar dan rekannya H (21) alias Hendra sedang berkumpul di kawasan persawahan Landbouw, Pasir Jaya. Sekitar pukul 23.00 WIB, seekor ular weling melintas di dekat mereka.

"Nah dia itu tidak sengaja melihat ular. Si ular ini langsung macok (matuk) agresif," ujar Lurah Pasir Jaya, Rizki Dwi Nugraha.

2. Ular Sempat Dijadikan Mainan dan Direkam Video

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial kedua pemuda tersebut terlihat bermain dengan ular tersebut.

Mereka tidak menjauh atau mencari pertolongan medis, kedua pemuda ini diduga tidak menyadari bahwa ular tersebut sangat berbisa. Ular bercorak hitam-putih itu justru ditangkap dan dijadikan bahan candaan.

"Tapi yang patut disayangkan, ketika pada saat ditangkap, info yang saya terima, ular tersebut dijadikan main-mainan lah sama korban," kata Rizki.

Bahkan, Hendra sempat merekam aksi mereka memainkan ular tersebut melalui ponselnya.

3. Korban Sempat Sembunyikan Kejadian dari Orang Tua

Usai dipatuk, UZS (18) memilih pulang ke rumah tanpa memberitahu keluarganya soal insiden tersebut. Ia bahkan meminta temannya untuk merahasiakan kejadian itu.

Hal itu diungkapkan ibunda UZS, Aye (47), yang sama sekali tidak mengetahui kondisi putranya malam itu. Aye baru menyadari ada yang tidak beres saat hendak membangunkan Umar keesokan paginya.

"Kok gak bangun-bangun. Matanya juga gak melek-melek terus kaya sesak nafas gitu," jelas Aye.

4. Gejala Mematikan Baru Muncul Saat Subuh

Bisa ular weling dikenal bersifat neurotoksin yang tidak langsung menimbulkan rasa sakit hebat di awal, namun secara progresif melumpuhkan sistem saraf dan otot pernapasan, sehingga dapat berujung pada kematian jika tidak segera ditangani. Para korban mulai merasakan dampak serius menjelang subuh.

"Sempat pulang. Lalu ada gejala seperti dehidrasi baru dibawa ke rumah sakit. Sudah pucat, mungkin racunnya baru masuk subuh infonya dia dibawa itu," jelas Rizki.

Tetangga korban bahkan sempat mendengar UZS menangis saat subuh, diduga menahan sakit yang luar biasa secara diam-diam.

5. Satu Korban Meninggal Dunia, Satu Kritis di ICU

Akibat telat mendapatkan penanganan medis dan terbatasnya stok obat antibisa, nyawa UZS tidak tertolong.

Sementara itu, Hendra masih berjuang melewati masa kritis di RS UMMI Bogor.

"Betul, satu orang yang meninggal. (Korban lain) atas nama Hendra kondisi kritis di ruang ICU RS Ummi, masih dalam penanganan medis," kata Kapolsek Bogor Barat AKP Didin Komarudin mengonfirmasi status kedua korban, dikutip pada Jumat (15/5/2026). (Dinda Pramesti K)

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #fakta #pemuda #bogor #dipatuk #ular #weling #sempat #jadi #mainan #hingga #satu #orang #tewas

KOMENTAR