Win&Co Group (COCO) Bakal Right Issue untuk Akuisisi hingga Inovasi Produk
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), Jumat (17/4/2026) di Jakarta.(Dok. COCO)
16:44
20 April 2026

Win&Co Group (COCO) Bakal Right Issue untuk Akuisisi hingga Inovasi Produk

- PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group berencana melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III).

Aksi korporasi tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (17/4/2026) di Jakarta.

Direktur Utama Win&Co Group Sugianto Soenario menyampaikan, persetujuan ini menandai dimulainya fase pertumbuhan baru perseroan, setelah transformasi operasional yang dijalankan sepanjang 2025 mulai menunjukkan hasil positif, khususnya pada peningkatan kinerja di kuartal IV-2025.

Melalui right issue ini, perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 10,67 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Simak Emiten yang Diuntungkan dan Terimbas

Saham ini akan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham lama.

Selain itu, perseroan juga merencanakan penerbitan waran dengan jumlah maksimal mencapai 35 persen dari total saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sugianto menerangkan, persetujuan pemegang saham ini mencerminkan keyakinan terhadap arah transformasi bisnis perseroan serta menjadi landasan untuk mempercepat langkah ekspansi ke depan.

“Persetujuan ini tidak hanya memperkuat keyakinan terhadap strategi yang kami jalankan, tetapi juga menjadi momentum bagi perseroan untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya secara lebih agresif dan terukur,” ujar Sugianto dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).

Berdasarkan Laporan Keuangan Tahun 2025, Win&Co Group mencatatkan kinerja penjualan meningkat sekitar 40 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sugianto menerangkan, momentum ini didorong oleh penguatan pada segmen business-to-business (B2B), khususnya pada bisnis kakao olahan dan bahan baku.

Di samping itu, pertumbuhan produk ritel melalui inovasi varian produk berbasis cokelat dan kerja sama strategis juga mulai memberikan kontribusi lebih terhadap kinerja perseroan.

Sejalan dengan hal tersebut, prospek industri yang menjadi fokus perseroan juga menunjukkan tren pertumbuhan.

Pasar kakao dan cokelat global diproyeksikan tumbuh dengan _CAGR_ sekitar 4,9 persen hingga 2034, sementara pasar bahan baku kakao di Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar 6 persen hingga 2031.

"Didorong oleh peningkatan konsumsi produk berbasis cokelat, ekspansi industri makanan dan minuman, serta tren premiumisasi produk," ucap dia.

Selain itu, Sugianto berujar, Indonesia telah memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama global dengan menjadi produsen olahan kakao terbesar keempat di dunia.

Dalam momentum pertumbuhan ini, perseroan yakin dapat mengakselerasi ekspansi pada lini bisnis utama, termasuk penguatan sektor kakao olahan dan bahan baku, pengembangan produk konsumen, serta akuisisi strategis untuk memperluas portofolio usaha.

"Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu pemain signifikan di industri kakao olahan dan bahan baku, serta meningkatkan daya saing di pasar nasional dan internasional dalam jangka panjang," tutup dia.

Baca juga: Euforia Saham WBSA Usai IPO, Naik 307 Persen, Risiko Ritel Mengintai

Tag:  #winco #group #coco #bakal #right #issue #untuk #akuisisi #hingga #inovasi #produk

KOMENTAR