BEI Berlakukan Liquidity Provider Saham, Biaya Transaksi Investor Makin Efisien
Ilustrasi bursa efek Indonesia (BEI). (SHUTTERSTOCK/HARYANTA.P)
17:48
20 April 2026

BEI Berlakukan Liquidity Provider Saham, Biaya Transaksi Investor Makin Efisien

- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memulai implementasi kuotasi liquidity provider saham sebagai bagian dari upaya memperkuat likuiditas dan efisiensi perdagangan di pasar modal Indonesia.

Secara sederhana liquidity provider bertugas untuk memastikan selalu ada aktivitas jual beli di pasar.

Implementasi ini ditandai dengan pelaksanaan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas pada hari ini, Senin (20/4/2026).

Pada tahap awal saat ini, Phintraco Sekuritas memberikan kuotasi berupa penyediaan order beli dan jual pada lima saham, yaitu PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Baca juga: Danantara Jadi Liquidity Provider di Pasar Saham, Apa Artinya?

Kehadiran Liquidity Provider saham berperan penting untuk meningkatkan kualitas perdagangan melalui penyempitan bid-ask spread.

Bis-ask spread adalah perbedaan atau selisih antara harga jual terendah dan harga beli tertinggi.

Liquidity Provider akan membuat selisih antara harga jual terendah dan harga beli tertinggi menjadi tipis. Dengan demikian biaya transaksi investor jadi lebih efisien.

Baca juga: BEI Resmi Buka Pendaftaran Liquidity Provider Saham, Simak Persyaratannya

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menyampaikan partisipasi aktif anggota bursa sebagai liquidity provider saham merupakan elemen penting dalam meningkatkan likuiditas dan kualitas pembentukan harga (price discovery).

“BEI mengapresiasi komitmen Phintraco Sekuritas dalam mendukung program Liquidity Provider saham. Kami berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan likuiditas, khususnya pada saham-saham yang memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal,” ujar dia dalam keterangan resm, Senin (20/4/2026).

BEI menilai keterlibatan anggota bursa akan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi program ini.

Oleh karena itu, BEI terus mendorong partisipasi yang lebih luas dari pelaku pasar agar inisiatif ini dapat berjalan secara optimal.

Menurut dia, keberhasilan pelaksanaan kuotasi perdana ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi anggota bursa lainnya untuk turut berpartisipasi, sehingga ekosistem perdagangan menjadi semakin likuid, kredibel, dan berdaya saing.

"Hal ini juga menjadi bukti komitmen BEI dalam terus meningkatkan pendalaman pasar," terang Irvan.

BEI akan melakukan evaluasi secara berkelanjutan, memberikan insentif dan terus mendorong partisipasi aktif dari seluruh anggota bursa pada program liquidity provider saham.

"Langkah ini menjadi upaya untuk memperkuat struktur pasar dan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di tingkat regional maupun global," tutup dia.

Sebagai informasi, liquidity provider adalah pihak anggota bursa yang disetujui untuk memasok saham dan wajib menempatkan kuotasi baik order jual ataupun beli secara terus-menerus.

Hal tersebut bertujuan meningkatkan likuiditas, efisiensi harga, dan aktivitas transaksi di pasar saham.

Kegiatan ini ditargetkan untuk saham-saham dengan likuiditas rendah atau yang perlu ditingkatkan perdagangannya agar lebih efisien.

Tag:  #berlakukan #liquidity #provider #saham #biaya #transaksi #investor #makin #efisien

KOMENTAR