Purbaya Ungkap Alasan Copot 2 Dirjen Kemenkeu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026). (KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
16:52
24 April 2026

Purbaya Ungkap Alasan Copot 2 Dirjen Kemenkeu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan mencopot Dirjen Anggaran Luky Alfirman, serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu.

Purbaya mengatakan, alasan pencopotan tersebut hanya proses rotasi biasa ditubuh Kemenkeu. Tak ada permasalahan serius yang melatarbelakangi perombakan pejabat eselon 1 itu.

"Rotasi eselon I, itu hanya proses biasa. Biasa kita berapa tahun puter, berapa tahun puter, jadi enggak ada yang istimewa di situ," kata Purbaya dalam media briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Bahlil: Pegawai ESDM WFH Sebagian, Eselon I-II Tetap Masuk Kantor

Purbaya sendiri telah menunjuk pejabat sementara alias Pelaksana Harian (Plh) menyusul dicopotnya dua pejabat eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut.

Adapun sebagai Plh Dirjen Anggaran yakni Sudarto, yang menjabat Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara. Kemudian sebagai Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal yakni Ferry Ardianto, yang sehari-hari menjabat Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi.

"Itu orang-orang kuat di Departemen Keuangan," ucap Purbaya.

Selain dua posisi tersebut, kekosongan jabatan eselon I Kemenkeu juga terdapat pada kursi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) yang sebelumnya ditinggalkan oleh Masyita Crystallin. Kandidat terbaik sudah disiapkan untuk mengisi tiga jabatan strategis tersebut.

Purbaya menunjuk Herman Saheruddin selaku Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK). Jabatan itu menggantikan Masyita Crystallin yang pindah tugas ke PT Danantara Investment Management (Persero) sejak 11 Februari 2026.

Purbaya mengatakan Herman akan ditetapkan sebagai pejabat definitif yang mengisi kursi Dirjen SPSK. Pengesahannya tinggal menunggu surat Keputusan Presiden Prabowo Subianto.

"Calon pejabat barunya dia (Herman), tinggal nunggu surat prosesnya saja, proses suratnya," kata Purbaya.

Baca juga: Purbaya Copot Dua Dirjen, Analis: Ada Sinyal Koreksi Arah Fiskal

Nama-nama kandidat terpilih nantinya akan diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan. Purbaya menargetkan proses transisi kepemimpinan itu dapat rampung pada bulan depan.

“Nanti sekalian diajukan ke presiden, jadi sekaligus. Mungkin awal Mei atau pertengahan Mei,” terangnya.

Sebelumnya, Febrio Nathan Kacaribu dikenal sebagai ekonom. Ia lahir di Sidikalang, Sumatra Utara, pada 1978.

Ia meraih gelar Master of International and Development Economics dari Australian National University pada 2005. Ia kemudian memperoleh gelar doktor ekonomi dari University of Kansas, Amerika Serikat, pada 2014.

Kariernya berkembang di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Ia juga pernah menjabat Kepala Riset Ekonomi Makro dan Keuangan di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 2015.

Sebelum dicopot, Febrio diangkat sebagai Komisaris Non Independen PT Bank Negara Indonesia Tbk. Penetapan ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 2025.

"Melalui Surat OJK No. SR-291/PB. 13/2026 tanggal 17 April 2026, OJK menyampaikan Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEPR-48/D.03/2026 tanggal 17 April 2026 yang menyetujui pengangkatan Bapak Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris Non Independen BNI," tulis BNI dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (22/4/2026).

Pengangkatan tersebut berlaku efektif sejak 17 April 2026.

Luky Alfirman menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan meraih gelar Sarjana Teknik Industri pada 1994. Ia memulai karier di Kementerian Keuangan pada 1 Maret 1995 di Direktorat Jenderal Pajak.

Ia pernah menjabat Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara pada 2017. Pada tahun yang sama, ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.

Pada 2022, ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Ia kemudian menjabat Direktur Jenderal Anggaran sejak 23 Mei 2025.

Tag:  #purbaya #ungkap #alasan #copot #dirjen #kemenkeu

KOMENTAR