Percepat Proyek Sekolah Rakyat, Brantas Abipraya Kirim 2.500 Pekerja ke Kalimantan dan Sulawesi
PT Brantas Abipraya (Persero), kontraktor pelaksana proyek Sekolah Rakyat (SR) mengirimkan 2.5000 pekerja dari Pulau Jawa untuk mengerjakan proyek di Kalimantan dan Sulawesi.(Dok. PT Brantas Abipraya (Persero))
21:00
27 April 2026

Percepat Proyek Sekolah Rakyat, Brantas Abipraya Kirim 2.500 Pekerja ke Kalimantan dan Sulawesi

- PT Brantas Abipraya (Persero) mengirimkan 2.500 pekerja dari Pulau Jawa ke berbagai proyek Sekolah Rakyat (SR) di Kalimantan dan Sulawesi.

Langkah ini untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan mobilisasi tenaga kerja menjadi bagian dari strategi percepatan proyek di tengah kebutuhan sumber daya yang besar di lapangan.

Terlebih, dibutuhkan hingga 600 pekerja dalam satu lokasi pembangunan.

Baca juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Dikebut, Target Siap Digunakan pada Tahun Ajaran 2026

“Di lapangan, percepatan proyek didukung oleh ratusan tenaga kerja yang bekerja tanpa mengenal waktu. Dalam satu lokasi, jumlah pekerja dapat mencapai 400 hingga 600 orang yang bekerja secara bergantian siang dan malam demi memastikan target nasional dapat tercapai,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, percepatan pembangunan tidak hanya berfokus pada target waktu, tetapi juga tetap mengedepankan kualitas konstruksi dan aspek keselamatan kerja.

Hal ini dilakukan melalui penguatan manajemen proyek, peningkatan pengawasan teknis, serta penerapan disiplin standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lokasi proyek.

Di lapangan, perusahaan juga menanamkan budaya kerja gotong royong tanpa sekat antara pekerja, mandor, engineer hingga pimpinan proyek.

Dalam kondisi tertentu, seluruh tim turut terlibat langsung untuk menjaga progres tetap berjalan sekaligus menjaga keselamatan bersama.

Berbagai tantangan seperti cuaca ekstrem, kondisi medan, hingga keterbatasan logistik menjadi bagian dari dinamika proyek.

Namun, hal tersebut dihadapi dengan komitmen menjaga kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja.

“Dedikasi dan kerja keras para pekerja merupakan kunci utama di balik setiap progres pembangunan Sekolah Rakyat,” kata Dian.

Melalui percepatan ini, Brantas Abipraya berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera rampung dan memberikan akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaian proyek ini,” kata dia.

Salah satu pekerja proyek yang merantau dari Lamongan, Budi, mengaku bangga bisa terlibat dalam proyek Sekolah Rakyat meski harus jauh dari keluarga untuk sementara waktu.

“Walaupun jauh dari keluarga, saya bangga karena ini bukan sekadar pekerjaan, tapi kontribusi untuk masa depan mereka dan anak-anak Indonesia,” ungkapnya.

Di sisi lain, keberadaan proyek juga menarik perhatian masyarakat sekitar.

Anak-anak kerap menyaksikan proses pembangunan di lokasi proyek.

Para pekerja menilai pembangunan Sekolah Rakyat memiliki manfaat jangka panjang, khususnya dalam memperluas akses pendidikan di daerah.

“Membangun sekolah seperti ini adalah kebanggaan. Harapannya bisa menjadi amal jariyah, memberi manfaat bagi banyak orang,” ucap Budi.

Baca juga: Progres Sekolah Rakyat di Nganjuk Baru 15 Persen, Menteri PU Marah

Tag:  #percepat #proyek #sekolah #rakyat #brantas #abipraya #kirim #2500 #pekerja #kalimantan #sulawesi

KOMENTAR