Bulog Sebut Stok MinyaKita Terbatas: Belum Ada Tambahan dari Produsen
- PT Perum Bulog mengakui stok MinyaKita di seluruh wilayah saat ini sangat terbatas.
Kadiv Perencanaan Operasi dan Analisa Harga Pasar Bulog Muhammad Wawan Hidayanto, mengatakan, kondisi itu timbul karena produsen belum kembali menyetok MinyaKita.
Hal ini menjadi salah satu kendala Bulog dalam menjalankan tugas dari pemerintah untuk mendistribusikan MinyaKita.
"Untuk stok MinyaKita komersial di beberapa wilayah memang sangat terbatas, belum ada tambahan pasokan lagi dari produsen," kata Wawan dalam Rapat Koordinasi Inflasi yang disiarkan di YouTube Kementerian Dalam Negeri, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Gudang Penuh, Bulog Tambah Sewa 1 Juta Ton untuk Tampung Panen
Adapun stok MinyaKita merupakan kewajiban produsen minyak goreng dalam memenuhi domestic market obligation (DMO). Stok MinyaKita naik turun mengikuti volume ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Hambatan lainnya adalah biaya distribusi yang tinggi karena harus mengirim ke kepulauan dan pegunungan. Biaya menjadi mahal lantaran MinyaKita harus dikirim ke Jayapura sebelum didistribusikan ke daerah-daerah pegunungan.
"Beberapa wilayah juga belum terjangkau karena tadi yang kami sampaikan seperti beras, gudang Bulog tidak berada, tidak ada di seluruh wilayah, jadi ini cukup menghambat," tutur Wawan.
Persoalan itu umumnya dihadapi di wilayah Maluku dan Papua yang secara geografis berbentuk kepulauan dan pegunungan.
Untuk mengatasi persoalan itu, Bulog mencoba berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional. "Terkait untuk distribusinya karena agar apa, bisa mencapai seluruh seluruh wilayah," tutur Wawan.
Dalam paparannya, Wawan juga menyinggung subsidi ongkos kirim dari produsen yang begitu terbatas, yakni sekitar Rp 900 per liter. Padahal, biaya riil pengiriman mencapai lebih dari Rp 2.000 per liter.
Selain itu, keterbatasan modal mitra Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang menjadi sasaran distribusi Bulog juga turut menghambat. "Beberapa wilayah belum terjangkau karena ongkos distribusi dari gudang terlalu mahal," bunyi paparan Wawan.
Pada kesempatan tersebut, Wawan melaporkan, Bulog sudah mendistribusikan 92.265 kiloliter MinyaKita.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 persennya atau 41.000 kiloliter dikirim ke pasar SP2KP dan pasar rakyat. "Minyak Kita sendiri, kami sudah mendistribusikan sejumlah 92.000 kiloliter," kata Wawan.
Baca juga: Harga MinyaKita Bersiap Naik Susul CPO, Pemerintah Masih Hitung Besarannya
Tag: #bulog #sebut #stok #minyakita #terbatas #belum #tambahan #dari #produsen