Eksportir Hitung Ulang Biaya Logistik dan Produksi Imbas Pelemahan Rupiah
Ilustrasi ekspor mobil Toyota(Dok. TMMIN)
20:52
15 Mei 2026

Eksportir Hitung Ulang Biaya Logistik dan Produksi Imbas Pelemahan Rupiah

- Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Benny Soetrisno mengatakan pelemahan rupiah berimbas para eksportir menilai ulang biaya produksi dan logistik.

"Eksportir selalu melakukan adjustment kurs nilai rupiah terhadap USD untuk selalu menghitung biaya produksi serta biaya logistik,” ujar Benny dikutip dari Kontan, Jumat (15/5/2026).

Eksportir saat ini bernegosiasi menyoal harga dan volume ekspor dengan importir negara tujuan.

Baca juga: Prabowo Ditelepon PM Australia untuk Ucapkan Terima Kasih karena Ekspor Pupuk

Fluktuasi nilai tukar mata uang jadi pertimbangan hal ini dilakukan. Supaya, kedua belah pihak sama-sama mendapat keuntungan.

"Negosiasi terhadap harga dan volume juga dari waktu tertentu dicarikan kesepakatan dengan importer di negara tujuan," katanya.

Sebetulnya, pelemahan rupiah mendatangkan peluang ekspor bagi industri petrokimia, plastik, hingga crude palm oil (CPO), karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.

Baca juga: Lindungi Petani, Pemerintah Belum Bisa Pungut Bea Ekspor Kelapa Bulat

Mitigasi pelemahan rupiah

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah mencegah dampak dari rupiah melemah ke masyarakat luas.

Pelemahan rupiah berdampak pada kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

"Kalau pelemahan rupiah ini tidak dimitigasi dengan cepat, dampaknya bisa langsung terasa ke biaya produksi, harga barang impor, sampai harga kebutuhan masyarakat," jelas Misbakhun dikutip dari Kompas.com, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: BUMN Semen Cari Nafas Baru dari Pasar Ekspor

Bank Indonesia (BI) juga diminta proaktif mengantisipasi pelemahan rupiah lebih jauh lagi.

Setelahnya, memperkuat nilai tukar sekaligus menjaga kepercayaan pasar agar modal tak keluar dari Indonesia.

"Yang dijaga bukan cuma angka kursnya. Yang lebih penting itu kepercayaan pasar dan kepastian bagi pelaku usaha. Komunikasi kebijakan harus cepat, jelas, dan kredibel," jelasnya.

Lalu di sisi fiskal, ia menyoroti begitu pentingnya optimalisasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE).

Baca juga: Volume Ekspor China Justru Tumbuh Saat Dunia Bergejolak

DHE bila berhasil dilaksanakan maka penguatan rupiah lebih cepat dan berdampak pada ketahanan nasional dari gejolak global.

Ditambah adanya relaksasi bagi industri yang masih tergantung bahan baku impor, tujuannya agar kenaikan biaya produksi tak membebani harga jual ke masyarakat.

"Jangan sampai pelemahan rupiah ujung-ujungnya menaikkan biaya produksi lalu dibebankan lagi ke harga barang di masyarakat. Kalau itu terjadi, daya beli bisa ikut tertekan," ujarnya.

Baca juga: Rambah Pasar Eropa, Semen Indonesia (SMGR) Perdana Ekspor ke Perancis

Artikel ini pernah tayang di Kontan dengan judul "Rupiah Melemah, Eksportir Hitung Ulang Biaya Produksi dan Logistik" dan Kompas.com berjudul "Rupiah Melemah, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Cegah Dampaknya ke Masyarakat"

Tag:  #eksportir #hitung #ulang #biaya #logistik #produksi #imbas #pelemahan #rupiah

KOMENTAR