Update Insiden KA Bekasi Timur: 15 Korban Meninggal, 88 Luka-luka
Kondisi taksi daring pasca kecelakan di jalur kereta sekitar Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). Tampak mobil tersebut belum dievakuasi.(KOMPAS.COM/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
17:48
28 April 2026

Update Insiden KA Bekasi Timur: 15 Korban Meninggal, 88 Luka-luka

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan update terbaru terkait dengan jumlah korban tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak kereta rel listrik (KRL) di stasiun Bekasi Timur, yang terjadi pada Senin (27/4/2026).

“Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 13.26 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).

“Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sedangkan korban luka mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit,” ujar Anne.

Baca juga: Kronologi Awal Kecelakaan Stasiun Bekasi Timur, Kemenhub: Rangkaian KRL 5181 Tertemper Mobil

Anne menegaskan bahwa KAI akan terus menyampaikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lapangan.

“Di tengah kondisi yang tidak mudah, kami berupaya memastikan setiap korban tertangani dengan baik, keluarga tetap mendapatkan informasi yang jelas, dan pelanggan memperoleh haknya melalui proses pengembalian tiket secara penuh,” lanjut Anne.

Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Sebagai informasi, insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin malam (27/4/2026). Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 20.55 WIB itu melibatkan rangkaian KRL yang tengah berhenti dan kemudian ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.

Baca juga: Dony Oskaria Sebut Dirut KAI Sering Dipanggil Prabowo, Bahas soal Ini

Berdasarkan kronologi awal, KRL Commuter Line terpaksa berhenti setelah terjadi gangguan di jalur, yakni adanya mobil taksi yang tertabrak di perlintasan sebidang di sekitar Bulak Kapal.

Saat kondisi kereta masih tertahan, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju dan menabrak bagian belakang rangkaian KRL.

Benturan keras tak terhindarkan. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menghantam gerbong terakhir KRL hingga menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong khusus perempuan yang berada di posisi paling belakang. Bagian gerbong dilaporkan ringsek hingga menyulitkan proses evakuasi penumpang.

Tag:  #update #insiden #bekasi #timur #korban #meninggal #luka #luka

KOMENTAR