El Nino Ancam Sawah Sukoharjo, Mentan Amran Andalkan Pompanisasi
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Istana, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
21:52
1 Mei 2026

El Nino Ancam Sawah Sukoharjo, Mentan Amran Andalkan Pompanisasi

- Kementerian Pertanian (Kementan) mengerahkan pompa untuk menjaga produksi ribuan hektar lahan sawah di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengatakan ribuan hektar lahan sawah itu berpotensi terdampak kekeringan akibat El Nino Godzilla yang tengah melanda beberapa daerah Indonesia.

“Dalam kondisi El Nino, kita tidak bisa bergantung pada hujan. Air harus kita datangkan,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Pemerintah mencatat, luas lahan baku sawah (LBS) di Sukoharjo mencapai 20.085 hektar.

Baca juga: Amran Bawa Pengkritiknya Lihat Gudang Beras, Cerita Lawan Middleman Mafia Pangan

Dari jumlah tersebut, luas lahan tanam standing crop padi mencapai 14.573 hektar.

Sementara, 6.516 lahan yang tersebar di enam kecamatan sudah terindikasi terdampak El Nino.

Salah satu daerah tersebut adalah Desa Bulu, Kecamatan Bulu.

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rukun Tani di sana mengelola 153 hektar sawah yang mayoritas merupakan lahan tadah hujan.

Artinya, para petani Desa Bulu sangat mengandalkan hujan dan rawan terdampak kemarau panjang.

Dalam kondisi tersebut, program pompanisasi dari Kementerian Pertanian menjadi jalan keluar agar petani tetap bisa menanam dan produksi padi terus berjalan.

“Pompanisasi menjadi solusi cepat agar petani tetap bisa tanam dan produksi tidak turun,” ujar Amran.

Dalam keterangan yang sama, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alam Syah, menyebut pengerahan pompa untuk mengairi sawah tetap dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.

Kementerian Pertanian telah memetakan kebutuhan masing-masing kelompok tani sehingga kebutuhan mereka tercukupi.

“Bantuan difokuskan pada percepatan akses air, sehingga olah lahan dan tanam tidak tertunda. Saat ini, pompa yang sudah terpasang mampu mengairi sekitar 35 hektar lahan terdampak,” tutur Alam.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, menyebut bantuan pompanisasi dari pemerintah sangat dibutuhkan petani di daerahnya.

Pihaknya berterima kasih kepada pemerintah pusat yang mendukung petani di daerah menghadapi kemarau panjang.

“Bantuan ini sangat berarti bagi Sukoharjo. Tadi kita lihat langsung, pompa yang dipasang bisa segera dimanfaatkan untuk mengairi sawah petani,” kata dia.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian mengerahkan 80.000 mesin pompa untuk menanggulangi ancaman kekeringan akibat El Nino Godzilla.

Fenomena kekeringan itu diprediksi terjadi selama enam bulan, terhitung mulai April 2026.

Amran menyebut, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun.

“Itu kurang lebih Rp 3 triliun-Rp 4 triliun,” kata Amran saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Amran Umumkan Stok Beras Bulog Capai 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Tag:  #nino #ancam #sawah #sukoharjo #mentan #amran #andalkan #pompanisasi

KOMENTAR