Nindya Karya Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Makassar-Takalar, 700 Pekerja Diterjunkan
- PT Nindya Karya (Persero) mempercepat pembangunan proyek Sekolah Rakyat di berbagai daerah, salah satunya pada Kabupaten Takalar dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Percepatan dilakukan dengan menambah tenaga kerja sekitar 700 orang dan menerapkan sistem double shift.
Langkah percepatan ini untuk memastikan proyek Sekolah Rakyat dapat selesai tepat waktu sebagai bagian dari program prioritas nasional yang mendukung pemerataan akses pendidikan di Indonesia.
Komisaris Utama Nindya Karya, Michael Umbas, mengatakan proyek Sekolah Rakyat harus dikerjakan secara serius karena memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Baca juga: Percepat Proyek Sekolah Rakyat, Brantas Abipraya Kirim 2.500 Pekerja ke Kalimantan dan Sulawesi
“Program ini harus dikerjakan dengan serius dan optimal karena dampaknya langsung ke masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).
Umbas pun meninjau langsung proses pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar pada Sabtu (2/5/2026).
Tinjauan itu bertujuan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai target, dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, tata kelola yang baik, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Adapun secara lingkup pekerjaan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar mencakup sistem manajemen keselamatan konstruksi, pekerjaan persiapan lahan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, pekerjaan mekanikal elektrikal dan plumbing serta pekerjaan furniture.
Pada Kabupaten Takalar, proyek ini dibangun di atas lahan sekitar 58.910 meter persegi (m2). Sementara di Kota Makassar, pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 71.239 m2.
Ia menjelaskan, proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar saat ini masih berada dalam tahap penyelesaian dengan waktu pengerjaan yang tersisa semakin terbatas.
Untuk mengejar target penyelesaian, tim proyek melakukan berbagai upaya percepatan, mulai dari penambahan tenaga kerja hingga sekitar 700 orang serta optimalisasi jam kerja melalui sistem double shift.
Umbas menekankan setiap kendala di lapangan harus ditangani secara cepat dan terkoordinasi.
“Setiap kendala harus direspons terbuka, dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder, dan diselesaikan dengan solusi yang tepat. Target penyelesaian harus tetap dijaga,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar proyek dapat diselesaikan tanpa pengajuan perpanjangan waktu, dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Sementara untuk proyek Sekolah Rakyat di Kota Makassar, Umbas menyebut progres pembangunan proyek relatif lebih baik dibandingkan Takalar sehingga optimistis proyek dapat selesai sesuai target.
Meski demikian, ia tetap meminta percepatan dilakukan melalui penambahan tenaga kerja, optimalisasi distribusi material, dan penyelesaian berbagai persoalan teknis di lapangan.
“Kami melihat komitmen tim di lapangan cukup baik. Ini harus terus dijaga dan diperkuat agar target penyelesaian tercapai sesuai rencana,” pungkasnya.
Tag: #nindya #karya #kebut #proyek #sekolah #rakyat #makassar #takalar #pekerja #diterjunkan