IHSG Dibuka Menguat, Sempat Tembus Level 7.000 di Awal Perdagangan
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di zona hijau pada Senin (4/5/2026), setelah sempat tertekan pada akhir pekan lalu.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 32,11 poin atau 0,46 persen ke level 6.988,91. Penguatan ini diikuti oleh mayoritas saham, dengan 303 saham menguat, 102 melemah, dan 288 lainnya stagnan.
Nilai transaksi pagi ini tercatat mencapai Rp 596 miliar dengan volume perdagangan 6,47 miliar saham dalam 63.706 kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar berada di level Rp 12.495 triliun.
Baca juga: Harga Minyak Turun dan Perang Mereda, IHSG Rebound? Ritel Disarankan Akumulasi Bertahap
Beberapa menit setelah pembukaan, penguatan IHSG semakin meluas. Hingga pukul 09.04 WIB, indeks tercatat melonjak 77,18 poin atau 1,11 persen ke posisi 7.033,98.
Sejalan dengan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga bergerak naik. Indeks ini menguat 2,22 poin atau 0,33 persen ke level 671,56.
Meski dibuka menguat, analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi tertekan. Hal ini menyusul penurunan indeks sebesar 2,03 persen ke level 6.956,804 pada Kamis pekan lalu.
Analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, tekanan jual masih mendominasi arah pergerakan IHSG. Pelaku pasar saat ini cenderung menunggu rilis data ekonomi domestik, khususnya inflasi dan neraca perdagangan.
Baca juga: Dasco: Pemerintah Telah Beli Sebagian Saham Aplikator Ojol via Danantara
“Untuk Senin kami perkirakan masih cenderung terkoreksi dengan area support di 6.838 dan resistance di 7.022. Kami mencermati IHSG masih rawan didominasi oleh tekanan jual, dimana akan ada rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia,” ujar Herditya, Minggu (3/5/2026).
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 6.850-6.900. Sementara itu, resistance berada di rentang 7.050-7.300.
Menurut dia, peluang penguatan menuju area 7.100 masih terbuka, dengan catatan sentimen global tetap positif, terutama terkait perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Namun, risiko tetap membayangi jika harga minyak kembali meningkat atau dollar AS menguat tajam. Kondisi tersebut berpotensi mendorong IHSG kembali menguji level di bawah 6.900.
Baca juga: Net Sell Asing Deras Bikin IHSG Terseok di Akhir April, 3 Saham Bank Tertekan
“Secara historis, bulan Mei dikenal memiliki kecenderungan volatil dengan bias yang tidak selalu kuat, sejalan dengan fenomena ‘Sell in May and go away’ yang sering menjadi acuan investor global,” ujar Hendra.
Dalam beberapa tahun terakhir, pergerakan IHSG pada Mei cenderung bergerak sideways hingga melemah terbatas, terutama saat minim katalis domestik. Meski demikian, peluang rebound jangka pendek masih terbuka, meski tren kenaikan belum terbentuk solid.
Rotasi sektor juga mulai terlihat seiring penurunan harga minyak. Saham sektor energi berpotensi mengalami normalisasi, sementara sektor yang sensitif terhadap inflasi dan suku bunga seperti perbankan, konsumer, dan properti mulai mendapatkan sentimen positif.
Tag: #ihsg #dibuka #menguat #sempat #tembus #level #7000 #awal #perdagangan