Simulasi Kupon ST016: Investasi Rp 10 Juta Dapat Passive Income Segini
Pemerintah kembali menawarkan instrumen investasi syariah ritel melalui Sukuk Tabungan seri ST016.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Senin (11/5/2026), produk Surat Berharga Negara (SBN) ritel ini mulai ditawarkan pada 8 Mei 2026 hingga 3 Juni 2026 dengan dua pilihan tenor, yakni ST016T2 dan ST016T4.
Kedua seri tersebut menawarkan kupon mengambang dengan tingkat minimal atau floating with floor.
Baca juga: Sukuk Tabungan ST016 Sudah Bisa Dibeli, Minimal Investasi Rp 1 Juta
Ilustrasi Sukuk.
Untuk ST016T2 dengan tenor dua tahun, pemerintah menetapkan kupon minimal sebesar 6,05 persen per tahun. Sementara itu, ST016T4 yang memiliki tenor empat tahun menawarkan kupon minimal lebih tinggi, yakni 6,25 persen per tahun.
Pemerintah menetapkan minimum pembelian ST016 sebesar Rp 1 juta dan kelipatannya. Untuk ST016T2, maksimum pemesanan mencapai Rp 5 miliar, sedangkan ST016T4 maksimal Rp 10 miliar.
Berdasarkan informasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pembayaran kupon pertama akan dilakukan pada 10 Juli 2026.
Kupon ST016 dibayarkan setiap bulan dan langsung ditransfer ke rekening investor.
Baca juga: Mandiri Sekuritas Tawarkan Sukuk Tabungan ST016, Imbal Hasil 6,25 Persen
“Untuk periode pertama (yang akan dibayar pada tanggal 10 Juli 2026) berlaku kupon sebesar 6,05 persen untuk ST016T2, dan 6,25 persen untuk ST016T4,” demikian keterangan DJPPR Kementerian Keuangan.
Instrumen ini menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati karena menawarkan pendapatan pasif bulanan atau passive income dengan risiko relatif rendah.
Selain dijamin negara, kupon ST016 juga dikenakan pajak lebih rendah dibandingkan deposito.
Ilustrasi investasi. Ilustrasi Sukuk Wakaf Ritel (SWR). Apa itu pengertian Sukuk Wakaf Ritel (SWR). Sukuk Wakaf Ritel (SWR) adalah.
Skema floating with floor yang digunakan ST016 membuat tingkat kupon dapat meningkat apabila suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) alias BI Rate naik.
Baca juga: Sukuk Tabungan ST016 Dibuka Hingga 3 Juni 2026, Kupon 6,25 Persen per Tahun
Namun, ketika suku bunga BI Rate turun, kupon tidak akan jatuh di bawah batas minimal yang telah ditetapkan pemerintah.
“Dengan skema ini, kupon dapat meningkat mengikuti kenaikan suku bunga acuan, namun tidak akan turun di bawah batas minimal yang telah ditetapkan,” kata Kemenkeu.
Lalu, berapa potensi pendapatan bulanan yang bisa diperoleh investor dari ST016? Berikut simulasi kupon ST016 untuk masing-masing tenor.
Simulasi kupon ST016T2
ST016T2 menawarkan kupon minimal sebesar 6,05 persen per tahun. Kupon dibayarkan setiap bulan dengan pajak sebesar 10 persen.
Baca juga: Sukuk ST016 Bisa Dibeli di 32 Mitra Distribusi, Simak Tahapan Pemesanannya
Mengacu simulasi yang dipublikasikan mitra distribusi SBN, investasi Rp 10 juta di ST016T2 akan menghasilkan kupon kotor sekitar Rp 50.416 per bulan.
Setelah dipotong pajak 10 persen, investor memperoleh kupon bersih sekitar Rp 45.375 per bulan.
Jika nilai investasi ditingkatkan menjadi Rp 100 juta, maka kupon kotor yang diterima mencapai sekitar Rp 504.166 per bulan. Setelah dipotong pajak, investor memperoleh sekitar Rp 453.750 per bulan.
Sementara itu, untuk investasi Rp 500 juta, kupon kotor ST016T2 mencapai sekitar Rp 2,52 juta per bulan. Nilai bersih yang diterima investor setelah pajak sekitar Rp 2,27 juta per bulan.
Baca juga: Bahana Sekuritas Raih Pengakuan Global Lewat Transaksi Sukuk
Adapun investor yang menempatkan dana Rp 1 miliar di ST016T2 berpotensi memperoleh kupon kotor sekitar Rp 5,04 juta per bulan.
Setelah dipotong pajak 10 persen, kupon bersih yang diterima mencapai sekitar Rp 4,54 juta per bulan.
Simulasi tersebut sejalan dengan perhitungan yang dipublikasikan sejumlah mitra distribusi SBN. Dalam simulasi BNI misalnya, investasi Rp 1 miliar di ST016T2 dengan kupon minimal 6,05 persen menghasilkan imbal hasil kotor Rp 5.042.000 per bulan.
Setelah dipotong pajak 10 persen, investor memperoleh kupon bersih Rp 4.537.800.
Ilustrasi investasi. Menjelang akhir 2025, pasar keuangan kembali bergejolak. Para analis menyarankan investor tetap tenang dan disiplin agar peluang cuan tidak hilang di tengah ketidakpastian.
Baca juga: Pemerintah Bidik Rp 12 Triliun dari Lelang Sukuk Negara Pekan Ini
“Imbal Hasil Pertama berlaku normal coupon, karena tenor tepat 1 (satu) bulan,” demikian penjelasan simulasi tersebut.
Apabila kupon ST016T2 tidak berubah hingga jatuh tempo, maka total kupon bersih yang diterima investor selama dua tahun tentu akan lebih besar.
Sebagai ilustrasi, investor yang membeli ST016T2 senilai Rp 100 juta dan mempertahankannya hingga jatuh tempo berpotensi memperoleh kupon bersih sekitar Rp 10,89 juta selama dua tahun.
Di akhir tenor, pokok investasi Rp 100 juta juga akan dikembalikan penuh oleh pemerintah.
Baca juga: Obligasi dan Sukuk Ramai Masuk BEI Awal Januari 2026
Simulasi kupon ST016T4
Berbeda dari ST016T2, seri ST016T4 menawarkan kupon minimal lebih tinggi yakni 6,25 persen per tahun dengan tenor empat tahun.
Dengan kupon tersebut, investasi Rp 10 juta di ST016T4 berpotensi menghasilkan kupon kotor sekitar Rp 52.083 per bulan. Setelah dipotong pajak 10 persen, investor menerima sekitar Rp 46.875 per bulan.
Jika nilai investasi mencapai Rp 100 juta, maka kupon kotor yang diterima sekitar Rp 520.833 per bulan. Setelah pajak, investor memperoleh sekitar Rp 468.750 per bulan.
Untuk investasi Rp 500 juta, kupon kotor ST016T4 mencapai sekitar Rp 2,6 juta per bulan. Setelah dipotong pajak, investor memperoleh sekitar Rp 2,34 juta per bulan.
Baca juga: Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan
Sementara itu, investasi Rp 1 miliar di ST016T4 menghasilkan kupon kotor sekitar Rp 5,2 juta per bulan. Setelah dipotong pajak 10 persen, investor menerima kupon bersih sekitar Rp 4,69 juta per bulan.
Mengacu simulasi yang dipublikasikan BNI, investasi Rp 1 miliar di ST016T4 dengan kupon minimal 6,25 persen menghasilkan imbal hasil kotor Rp 5.208.000 per bulan.
Ilustrasi investasi
Setelah pajak, nilai bersih yang diterima investor mencapai Rp 4.687.200.
Selain menawarkan kupon lebih tinggi, ST016T4 juga merupakan Green Sukuk Ritel. Dana yang dihimpun dari seri ini akan digunakan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek hijau.
Baca juga: Investor Antusias, Obligasi dan Sukuk Pegadaian Tembus Rp 3,99 Triliun
ST016T4 yang merupakan Green Sukuk menawarkan kupon lebih tinggi, yakni 6,25 persen.
Jika investor menahan ST016T4 hingga jatuh tempo dan kupon tidak berubah, maka total pendapatan kupon yang diperoleh menjadi lebih besar karena tenor investasi mencapai empat tahun.
Sebagai ilustrasi, investor dengan penempatan dana Rp 100 juta di ST016T4 berpotensi memperoleh kupon bersih sekitar Rp 22,5 juta selama empat tahun. Pokok investasi tetap dikembalikan penuh saat jatuh tempo.
Kupon ST016 lebih menarik dibanding deposito
ST016 menjadi perhatian investor karena menawarkan kupon di atas rata-rata bunga deposito perbankan. Selain itu, pajak kupon SBN ritel juga lebih rendah dibanding pajak deposito.
Baca juga: Butuh Dana Segar, Pemerintah Lelang Sukuk Rp 8 Triliun
Kupon ST016 dikenakan pajak sebesar 10 persen, sedangkan pajak bunga deposito mencapai 20 persen.
Sejumlah mitra distribusi menyebut ST016 cocok bagi investor yang menginginkan pendapatan pasif bulanan dengan risiko relatif stabil.
Selain itu, ST016 juga menawarkan fleksibilitas tenor sesuai kebutuhan investor.
ST016T2 cocok bagi investor yang ingin berinvestasi jangka menengah, sedangkan ST016T4 ditujukan bagi investor yang mengincar kupon lebih tinggi dalam jangka waktu lebih panjang.
Baca juga: Dari Emas hingga Sukuk, Ini 5 Instrumen Investasi Syariah yang Bisa Dipilih
Adapun ST016T4 dinilai sesuai bagi investor yang memiliki horizon investasi lebih panjang dan ingin memperoleh potensi pendapatan bulanan lebih besar.
Masa penawaran ST016 berlangsung hingga 3 Juni 2026. Investor dapat membeli produk ini secara online melalui mitra distribusi resmi yang telah ditunjuk pemerintah.
Pemerintah menargetkan penghimpunan dana sekitar Rp 15 triliun dari penerbitan ST016.
Selain memberikan alternatif investasi bagi masyarakat, penerbitan ST016 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membiayai APBN sekaligus memperluas basis investor domestik di pasar SBN ritel.
Tag: #simulasi #kupon #st016 #investasi #juta #dapat #passive #income #segini