KAI Gelar Tahlil dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar tahlil dan doa bersama di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (4/5/2026) sebagai wujud penghormatan bagi para korban yang meninggal dunia sekaligus bentuk dukungan moral bagi pelanggan serta keluarga yang terdampak.
Kegiatan ini dihadiri jajaran direksi, komisaris, dan keluarga besar KAI, serta menjadi momen kebersamaan di tengah upaya pemulihan yang masih terus berlangsung.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa tahlilan dan doa bersama ini ditujukan untuk mendoakan para korban yang telah meninggal dunia serta memberikan kekuatan bagi pelanggan yang masih menjalani perawatan.
Baca juga: Libur Lebaran Dongkrak Mobilitas, Penumpang Kereta Tembus 48,14 Juta pada Maret 2026
“Kita mendoakan saudara-saudara kita yang telah mendahului agar diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan ditempatkan di sisi terbaik,” kata Bobby dalam keterangan tertulis.
“Bagi yang masih dalam perawatan, kita berharap segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujarnya.
Ia menambahkan, KAI akan terus mendampingi pelanggan dan keluarga hingga seluruh proses penanganan berjalan dengan baik.
“Kehilangan ini menjadi duka bersama. KAI akan terus hadir mendampingi, memastikan pelanggan yang masih dirawat mendapatkan penanganan yang dibutuhkan hingga pulih,” ujar dia.
Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan Yasin dan tahlil, ceramah, serta peletakan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
Komisaris dan Direksi KAI turut meletakkan bunga sebagai ungkapan belasungkawa dan penghormatan kepada para korban.
Dukungan dari masyarakat terus mengalir melalui doa dan kehadiran langsung di lokasi.
Hal ini menjadi penguat bagi pelanggan dan keluarga dalam menjalani masa pemulihan.
Dalam proses ini, KAI memastikan pendampingan dilakukan secara menyeluruh melalui layanan medis lanjutan, dukungan psikologis, serta koordinasi kebutuhan pelanggan dan keluarga di setiap tahapan pemulihan.
Sebagai informasi, pada Senin malam (27/4/2026) Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak kereta rel listrik (KRL) yang tengah terhenti.
Kejadian tersebut langsung membuat penumpang yang berada di kedua kereta maupun peron stasiun panik dan histeris.
Tabrakan yang cukup kuat membuat lokomotif KA Argo Bromo masuk ke dalam gerbong KRL belakang sehingga menimbulkan kerusakan parah.
Adapun gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan paling parah.
Sejumlah penumpang di dalamnya kesulitan mengevakuasi diri karena akses keluar tertutup besi, terganjal bangku dan banyak bagian gerbong yang rusak parah. Atas insiden tersebut sebanyak 16 orang meninggal dunia.
Baca juga: KAI Tertibkan 2.220 Pelintasan Liar, Tekan Risiko Kecelakaan Kereta
Tag: #gelar #tahlil #bersama #untuk #korban #kecelakaan #bekasi #timur