Moody’s Naikkan Prospek Vietnam Kredit ke Positif
Lembaga pemeringkat Moody’s menaikkan prospek kredit Vietnam dari stabil menjadi positif.
Keputusan diumumkan pada Senin (4/5/2026), seiring meningkatnya keyakinan terhadap kemampuan negara itu memperkuat profil kredit dalam jangka menengah.
Moody’s tetap mempertahankan peringkat Vietnam di level Ba2. Lembaga ini menilai kualitas kelembagaan dan tata kelola mulai membaik setelah pemerintah menjalankan reformasi sejak akhir 2024.
Baca juga: Moodys Ubah Outlook 5 Bank, Perbanas Jamin Kondisi Aman
Risiko dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat juga dinilai menurun dibanding perkiraan sebelumnya.
Perbaikan ini sejalan dengan penilaian lembaga lain. FTSE Russell memastikan akan menaikkan status Vietnam dari pasar negara perbatasan menjadi pasar negara berkembang pada September mendatang.
Perubahan status ini menempatkan Vietnam sejajar dengan negara seperti India dan China. Reformasi yang lebih ramah pasar menjadi pendorong utama.
Prospek pertumbuhan juga tetap kuat. Lembaga pemeringkat Standard & Poor’s atau S&P Ratings menilai Vietnam akan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia setelah India hingga 2028.
Baca juga: Ekonom Nilai Keputusan MSCI dan Moodys Bukan Berakar dari Fundamental Ekonomi RI
Namun, risiko tetap muncul dari sisi fiskal. S&P mengingatkan peningkatan belanja publik berpotensi memperlebar defisit dalam beberapa tahun ke depan.
Kondisi ini menunjukkan arah ekonomi Vietnam semakin terbuka. Peluang pertumbuhan tetap besar, tetapi tekanan fiskal perlu dijaga.