Gencatan Senjata AS-Iran Angkat Sentimen,  IHSG Berpotensi Uji 7.151, Peluang ke 7.200 Terbuka
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Freepik)
08:20
6 Mei 2026

Gencatan Senjata AS-Iran Angkat Sentimen, IHSG Berpotensi Uji 7.151, Peluang ke 7.200 Terbuka

- Meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah dinilai menjadi sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (6/5/2026).

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta mulai normalnya jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz mendorong penurunan harga minyak dunia hingga sekitar 4 persen.

Kondisi itu disambut positif oleh pasar keuangan global, tercermin dari penguatan indeks saham di Wall Street yang kembali mencetak rekor.

Turunnya harga minyak menjadi sentimen penting karena dapat meredakan tekanan inflasi global, menurunkan biaya energi, serta membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih fleksibel.

Baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Lanjut Menguat, Ritel Bisa Cermati Saham-saham Ini

“Dampaknya, aliran modal berpotensi kembali masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Rabu pagi ini.

Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/YoY) memang melampaui ekspektasi pasar. Namun, Hendra memandang pertumbuhan tersebut masih banyak ditopang oleh stimulus fiskal dan program pemerintah.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi nasional, sementara investasi mulai menunjukkan pertumbuhan seiring percepatan proyek hilirisasi. Meski demikian, dampak investasi tersebut terhadap ekonomi riil dinilai belum sepenuhnya merata.

“Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama, sementara investasi mulai tumbuh seiring proyek hilirisasi, meskipun efeknya ke ekonomi riil belum merata,” paparnya.

Di sisi lain, tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang masih bertahan di kisaran Rp 17.400 per dollar AS mencerminkan ketidakseimbangan eksternal. Pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibanding ekspor dinilai meningkatkan kebutuhan valuta asing dan menekan stabilitas mata uang domestik.

“Ini memperkuat pandangan bahwa pertumbuhan saat ini masih bersifat growth without depth, sehingga pasar masih menunggu konfirmasi dari perbaikan indikator riil dan kembalinya arus dana asing,” beber dia.

Hendra memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatan terbatas dengan kecenderungan menguji area resistance di level 7.151. Apabila level tersebut berhasil ditembus secara meyakinkan, indeks diperkirakan berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area 7.200.

Namun demikian, selama belum terjadi breakout yang kuat, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam rentang konsolidasi di kisaran 7.000-7.200.

Baca juga: IHSG Selasa Melonjak ke 7.057, Asing Masih Lakukan Aksi Jual

Karena itu, investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham dengan fokus pada emiten yang memiliki katalis positif dan momentum teknikal yang kuat.

Sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan Rabu ini antara lain;

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dengan target harga harga Rp 1.205, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan target 1.500, serta PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan target Rp 6.300.

Selain itu, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) juga dinilai menarik untuk strategi trading buy menuju level Rp 290, dengan tetap menerapkan disiplin manajemen risiko di tengah kondisi pasar yang mulai membaik namun belum sepenuhnya solid.

Senada, Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, memproyeksikan IHSG berpeluang menguat hari ini. Menurutnya, IHSG berpotensi menembus level resistance terdekat di area 7.100 hingga 7.150, dengan support berada di area 6.960.

Adapun saham yang direkomendasikan untuk strategi trading buy antara lain:

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan area entry price di kisaran Rp 2.350- Rp 2.390, target harga 2.480 hingga 2.560, serta stop loss apabila ditutup di bawah level 2.250.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan entry price pada rentang Rp 4.670- Rp 4.730, target harga Rp 5.000 hingga Rp 5.325, serta stop loss jika harga ditutup di bawah level 4.460.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #gencatan #senjata #iran #angkat #sentimen #ihsg #berpotensi #7151 #peluang #7200 #terbuka

KOMENTAR