Purbaya Ancam Tutup Total Pabrik Rokok Ilegal Usai Skema Cukai Baru Berlaku
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
09:48
6 Mei 2026

Purbaya Ancam Tutup Total Pabrik Rokok Ilegal Usai Skema Cukai Baru Berlaku

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menutup seluruh pabrik rokok ilegal tanpa kompromi setelah skema baru struktur cukai diberlakukan.

Langkah ini menjadi sinyal berakhirnya masa toleransi bagi pelaku usaha yang selama ini beroperasi di luar ketentuan.

Purbaya menyatakan, pemerintah saat ini masih memberi ruang terbatas bagi pelaku rokok ilegal.

Namun, begitu jalur legal melalui penyesuaian layer cukai dibuka, tidak akan ada lagi kelonggaran.

Baca juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen: Purbaya Singgung Kutukan, Airlangga Sebut Lampaui Ekspektasi

“Nanti setelah itu (layer cukai baru) berlaku, tidak ada lagi perusahaan rokok ilegal yang kami diamkan. Begitu ketahuan, tutup,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah tengah menyiapkan skema layer cukai sebagai pintu masuk bagi pelaku usaha ilegal agar beralih ke sistem resmi.

Kebijakan ini dirancang sebagai fase transisi sebelum penegakan hukum dilakukan secara penuh.

Menurut dia, setelah opsi legalisasi tersedia, seluruh pelaku usaha wajib mematuhi aturan yang berlaku.

Jika tetap beroperasi secara ilegal, tindakan tegas akan langsung diterapkan. “Sekarang masih ada semacam kelonggaran sedikit. Tapi begitu sudah terbuka, mereka harus masuk. Kalau tidak, kami tutup dengan tegas,” kata Purbaya.

Rencana kebijakan tersebut akan segera dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk dibahas lebih lanjut setelah masa reses.

Pemerintah menargetkan implementasi aturan dapat segera berjalan dalam waktu dekat.

Pengetatan ini juga akan didukung oleh aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk memastikan tidak ada lagi ruang bagi praktik ilegal di industri hasil tembakau.

Selain rokok ilegal, pemerintah juga memperluas operasi penindakan terhadap aktivitas ilegal lainnya, termasuk peredaran narkotika.

Purbaya menegaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya membersihkan praktik ilegal sekaligus memperkuat kepatuhan dan penerimaan negara dari sektor cukai.

Di sisi lain Pelaksana Harian Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Ferry Ardianto menyampaikan bahwa skema penambahan layer dalam struktur cukai saat ini masih dalam tahap finalisasi.

Terutama terkait penentuan durasi masa transisi serta jangka waktu yang akan diberikan kepada pelaku usaha untuk menyesuaikan diri.

Ketentuan tersebut kata Ferry tengah dibahas dan ditargetkan akan segera ditetapkan dalam waktu dekat.

Kebijakan ini dinilai Ferry berpotensi menekan jumlah pelaku usaha ilegal dengan mendorong mereka masuk ke dalam sistem resmi.

Kami akan memberikan kesempatan untuk kemudian akan dilakukan perlindungan strategi sebagai mereka yang masih di luar sistem setelah penambahan layer cukai ini dilakukan," jelasnya.

Hingga Maret 2026, Penindakan rokok ilegal telah dilaksanakan sebanyak 3.851 kali naik 26,7 persen year-on-year, dengan jumlah rokok ilegal yang diamankan mencapai 422 Juta batang atau 66,4 persen year-on-year. Lalu dari sisi penindakan Narkotika telah dilaksanakan sebanyak 325 kali dengan barang bukti mencapai 1,27 ton.

Baca juga: Purbaya Akui Sempat Ada Kebocoran Anggaran Motor BGN: Itu Sudah Diperbaiki

Tag:  #purbaya #ancam #tutup #total #pabrik #rokok #ilegal #usai #skema #cukai #baru #berlaku

KOMENTAR