Cadangan Devisa RI Turun pada April 2026: Bayar Utang dan Stabilkan Rupiah
Ilustrasi cadangan devisa.(Shuterstock)
11:12
8 Mei 2026

Cadangan Devisa RI Turun pada April 2026: Bayar Utang dan Stabilkan Rupiah

Cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan pada akhir April 2026.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia turun menjadi 146,2 miliar dollar AS per April 2026.

Nilainya berkurang dari bulan lalu yang sebesar 148,2 miliar dollar AS.

Baca juga: Cadangan Devisa Susut 3,7 Miliar Dollar AS, BI Sebut untuk Stabilkan Rupiah

"Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tetap tinggi sebesar 146,2 miliar dollar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (8/5/2026).

Denny menjelaskan, penurunan cadangan devisa disebabkan oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan global bond pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta stabilisasi nilai tukar rupiah.

Cadangan devisa per April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka ini jauh di atas ambang batas kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Baca juga: Bayar Utang dan Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Februari 2026 Turun Jadi 151,9 Miliar Dollar AS

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujar Denny.

BI memperkirakan posisi ini akan tetap memadai dalam beberapa waktu ke depan.

Optimisme itu didorong oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," lanjut Denny.

Tag:  #cadangan #devisa #turun #pada #april #2026 #bayar #utang #stabilkan #rupiah

KOMENTAR