Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN
Debat Publik bertajuk “Pertaruhan Besar Negara via Danantara pada Restrukturisasi BUMN” yang digelar Nagara Institute bersama program Akbar Faizal Uncensored di Jakarta. [Danatara]
14:07
8 Mei 2026

Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dinilai bakal menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mengakhiri era inefisiensi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lembaga yang diproyeksikan sebagai superholding BUMN tersebut disebut tidak sekadar mengubah struktur kelembagaan, tetapi menjadi langkah besar pemerintah dalam merombak tata kelola aset negara agar lebih produktif, efisien, dan kompetitif secara global.

Isu tersebut mengemuka dalam Debat Publik bertajuk “Pertaruhan Besar Negara via Danantara pada Restrukturisasi BUMN” yang digelar Nagara Institute bersama program Akbar Faizal Uncensored.

Danantara Kelola Aset Rp1.650 Triliun

Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurahman, menilai Danantara dapat menjadi fondasi baru ekonomi Indonesia melalui restrukturisasi aset dan investasi BUMN.

Menurutnya, Danantara memiliki kekuatan finansial besar dengan total aset mencapai Rp1.650 triliun atau hampir setara separuh APBN Indonesia.

“Danantara menjadi langkah strategis untuk merestrukturisasi aset dan investasi BUMN agar lebih produktif, serta berpotensi menjadi mesin investasi nasional baru,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, optimalisasi aset BUMN lewat Danantara berpotensi memperkuat hilirisasi dan industrialisasi nasional.

“Pada akhirnya langkah ini dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 1,6 persen,” katanya.

Disebut Bisa Pangkas Tumpang Tindih BUMN

Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyoroti banyaknya anak dan cucu perusahaan BUMN yang selama ini dinilai tidak efisien.

Menurut dia, keberadaan Danantara dapat menyederhanakan struktur bisnis BUMN yang selama ini tumpang tindih.

“Danantara ini seperti keranjang berisi telur-telur BUMN. Dulu berserakan, sekarang berada dalam satu keranjang sehingga lebih mudah dijaga,” kata Wijayanto.

Namun, ia mengingatkan agar pengelolaan Danantara tetap diawasi ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan yang merugikan negara.

Transparansi Jadi Kunci Keberhasilan Danantara

Ekonom Senior Bright Institute, Awalil Rizky, menilai keberhasilan Danantara sangat bergantung pada transparansi dan minimnya intervensi politik.

Menurutnya, publik membutuhkan akses terhadap data dan proyek investasi agar kepercayaan terhadap Danantara tetap terjaga.

“Jika Danantara mau sukses, intervensinya harus seminimal mungkin dan hanya boleh lewat peraturan, bukan diskresi,” ujar Awalil.

Debat Publik bertajuk “Pertaruhan Besar Negara via Danantara pada Restrukturisasi BUMN” yang digelar Nagara Institute bersama program Akbar Faizal Uncensored di Jakarta. [Danatara]Debat Publik bertajuk “Pertaruhan Besar Negara via Danantara pada Restrukturisasi BUMN” yang digelar Nagara Institute bersama program Akbar Faizal Uncensored di Jakarta. [Danatara]

“Danantara harus transparan agar publik bisa ikut membela kinerjanya di masa depan,” lanjutnya.

Hal serupa disampaikan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Akhmad Syakir Kurnia.

Ia menilai pengawasan publik terhadap Danantara perlu diperkuat karena lembaga tersebut bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

“Harapan boleh saja dilambungkan tinggi, namun sejarah ekonomi ekstraktif memaksa kita tetap kritis terhadap ruang transparansi publik,” kata Syakir.

Danantara Targetkan Efisiensi Rp60 Triliun per Tahun

Saat ini, Danantara tengah menyusun laporan keuangan konsolidasian yang diaudit sebagai bagian dari reformasi tata kelola BUMN.

Langkah tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan valuasi aset negara hingga 40 persen dan menghemat biaya operasional sampai Rp60 triliun per tahun.

Dana efisiensi tersebut nantinya disebut dapat digunakan untuk membiayai berbagai proyek strategis nasional seperti ketahanan energi, hilirisasi industri, hingga kedaulatan pangan.

Dengan konsolidasi besar-besaran tersebut, Danantara dipandang sebagai jawaban atas persoalan restrukturisasi BUMN yang selama puluhan tahun dinilai berjalan lambat dan tidak efektif.

Sejumlah ekonom menilai keberhasilan Danantara akan sangat menentukan arah transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju dengan pengelolaan aset negara yang lebih profesional dan berbasis hasil bisnis.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #danantara #disebut #jadi #mesin #baru #ekonomi #indonesia #siap #akhiri #inefisiensi #bumn

KOMENTAR