Brand Lain Mundur, McDonald's Malah Mau Punya 10.000 Gerai di China
Ilustrasi McDonald's drive-thru.(SHUTTERSTOCK)
19:16
9 Mei 2026

Brand Lain Mundur, McDonald's Malah Mau Punya 10.000 Gerai di China

- McDonald’s disebut berencana berencana memiliki 10.000 gerai di China pada 2028 saat banyak brand barat lain di negara tersebut tengah tertekan.

Jumlah gerai McDonald’s di China daratan pada akhir 2025 tercatat terdapat sudah mencapai 7.700 unit.

Padahal, brand lain seperti Nike, Starbucks, dan LVMH di Tiongkok sedang tertekan.

Melansir CNBC, suburnya pertumbuhan itu membuat China menjadi negara kedua dengan jumlah gerai McDonald’s terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Prabowo Bandingkan MBG dengan McDonalds, Ini Kata Ekonom

Bisnis McDonald’s di China disebut sebagai bagian dari pengembangan pasar lisensi internasional.

Pihak McDonald’s melaporkan penjualan gerai di negara tersebut pada kuartal pertama 2026 (Q1) tumbuh 3,4 persen, Kamis (7/5/2026).

McDonald’s melaporkan, 52 persen bisnis McDonald’s di China dimiliki investor lokal, Trustar Capital, afiliasi ekuitas swasta CITIC Capital Holding Limited.

CNBC menyebut, keberadaan McDonald’s di China diuntungkan nuansa nostalgia masyarakat China.

McDonald’s membuka gerai pertamanya di China pada 1990, masa ketika China membuka diri pada dunia dan pasar ekspor, merefleksikan peningkatan kesejahteraan.

Langkah McDonald’s kembali menyediakan menu milkshake klasik secara terbatas pada musim panas lalu viral.

McDonald’s sebelumnya telah berhenti menjual produk tersebut pada 2014.

Perusahaan asal AS itu kemudian mengumumkan akan menyediakan milkshake dengan rasa vanila dan stroberi hanya di 44 gerai pada 15 kota.

Salah seorang konsumen, Zhu Ming membeli milkshake McDonald’s dengan mengenang masa kecilnya.

Ia rela menempuh perjalanan selama setengah jam hanya untuk merasakan menu minuman yang pernah ia rasakan saat kecil.

“Saya ingat pertama kali minum milkshake ini saat masih kecil,” kata Zhu Ming kepada CNBC.

Cara McDonald’s Hadapi Dinamika China

Di China, brand asing dipandang lebih berkualitas daripada merk lokal. Namun, dalam beberapa tahun belakangan kualitas itu menurun.

Baca juga: Harga Solar Melonjak Buat Truk Listrik Makin Cepat Kuasai Pasar China

Fenomena itu didorong peningkatan kualitas brand lokal di China dan perilaku konsumen warga Tiongkok.

Mereka lebih memilih merk lokal dengan alasan nasionalisme dan harga yang lebih murah.

Menghadapi dinamika sosial tersebut, McDonald’s beradaptasi dengan menghadirkan harga yang bersaing di tengah kelesuan ekonomi.

McDonald’s menghadirkan versi tersendiri yang disebut sebagai “makanan orang miskin” oleh warga China.

Di antaranya dengan menghadirkan paket “beli satu dapat satu”, “beli burger dapat minum atau makanan penutup”. Pembeli hanya perlu merogoh 14 yuan atau Rp 35.773.

Selain itu, warga China juga tertarik dengan menu klasik yang diperbarui. Misalnya, menu Big Mac dengan tulang ayam barbekyu madu dan McFlurry buah naga.

Direktur perusahaan konsultan brand di China, Skinny, Tracy Dai, menyebut saat membeli sesuatu, masyarakat China tidak hanya mempertimbangkan harga namun nilai dari suatu produk.

McDonald's sedikit lebih mahal, tetapi jika kamu memikirkan pengalaman dan rasa serta kualitas yang kamu dapatkan, pasti ada nilai lebih,” kata dia.

Baca juga: QRIS Indonesia-China Dibuka, UMKM RI Mulai Bidik Pembeli Global

Tag:  #brand #lain #mundur #mcdonalds #malah #punya #10000 #gerai #china

KOMENTAR