Kesepakatan KTT ASEAN, Menlu RI: Fokus Ketersediaan Energi dan Pangan
(Kiri ke kanan) Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri Myanmar U Hau Khan Sum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Timor Timur Xanana Gusmao, Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, dan Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone berfoto bers
21:32
9 Mei 2026

Kesepakatan KTT ASEAN, Menlu RI: Fokus Ketersediaan Energi dan Pangan

- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono memaparkan kesepakatan bersama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, 7-8 Mei 2026.

Negara anggota sepakat memperkuat ketersediaan energi dan pangan imbas konflik di Timur Tengah.

"Intinya adalah pertama: respons bersama ASEAN dalam menyikapi situasi yang terjadi di Timur Tengah yang semua merasakan, memberikan efek langsung terhadap kehidupan negara-negara di kawasan. Khususnya di sektor-sektor ekonomi, terlebih lagi di ketersediaan pangan dan energi," ujar Sugiono dikutip dari Kontan, Sabtu (9/5/2026).

Baca juga: Di KTT ASEAN, Prabowo Beberkan Target RI Bangun PLTS 100 GW dalam 3 Tahun

ASEAN sepakat bahwa energi dan pangan merupakan fundamental bagi negaranya masing-masing.

Regional harus siap menghadapi berbagai masalah yang datang dengan kerja sama kolektif.

"Ada satu kesadaran bersama yang tumbuh bahwa dengan situasi yang terjadi saat ini perlu suatu inisiatif bersama untuk menjadikan ASEAN ini sebagai suatu wilayah yang resilient, khususnya di bidang energi dan pangan," jelasnya.

Baca juga: Daerah Terpencil Masih Andalkan Genset, RI Dorong Interkoneksi Listrik Kawasan ASEAN

Kesepakatan di KTT ASEAN, sejalan dengan program Presiden Prabowo yang menekankan ketahanan pangan dan energi sesuatu paling mendasar bagi masyarakat Indonesia.

"Dan saya kira ini juga sesuatu yang sudah menjadi sejak awal program dari pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo, dimana ketahanan energi dan ketahanan pangan merupakan hal yang paling mendasar yang harus dipenuhi oleh sebuah negara, yang harus dipenuhi oleh negara kita," kata Sugiono.

Baca juga: Bahlil Bahas Interkoneksi Listrik Bersama Negara ASEAN

Dorong ketahanan pangan dan energi

Dalam pernyataannya di KTT ASEAN ke-48, Presiden Prabowo Subianto menekankan diversifikasi energi bukan pilihan melainkan keharusan.

"Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting, ini perlu. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan," kata Prabowo dikutip dari Kompas.com, Jumat (8/5/2026).

Prabowo mengingatkan, jalur distribusi bahan baku pangan dan energi terganggu akibat konflik ini.

Baca juga: Bahlil Dampingi Prabowo ke KTT ASEAN di Filipina, Bahas Jaringan Listrik Antarnegara

Bahkan, prediksinya dampak dari peperangan di Timur Tengah masih akan terasa meski konflik usai.

"Gangguan berkepanjangan di sepanjang jalur global utama sudah memberikan tekanan yang sangat tinggi pada situasi energi negara kita dan tekanan itu tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat," ujar Prabowo.

Pemerintah Indonesia sudah berupaya untuk mendiversifikasi pasokan energi dan transisi ke energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan di Selat Hormuz.

Baca juga: ASEAN Siaga Dampak Krisis Timur Tengah, Ini Strategi Jaga Energi dan Pangan

Artikel ini pernah tayang di Kontan dengan judul "KTT ASEAN ke-48 Hasilkan Kesepakatan Konkret Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah" dan "KTT ASEAN di Filipina, Prabowo Dorong Ketahanan Energi dan Pangan"

Tag:  #kesepakatan #asean #menlu #fokus #ketersediaan #energi #pangan

KOMENTAR