Profil Kevin Warsh, Sosok Pilihan Donald Trump yang Jadi Ketua The Fed
Profil Kevin Warsh, Sosok Pilihan Donald Trump yang Kini Jadi Ketua The Fed()
09:04
16 Mei 2026

Profil Kevin Warsh, Sosok Pilihan Donald Trump yang Jadi Ketua The Fed

- Senat Amerika Serikat (AS) resmi mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve atau The Fed yang baru pada Rabu (13/5/2026).

Kevin Warsh menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada pekan ini setelah memimpin bank sentral AS selama delapan tahun.

Pengangkatan Kevin Warsh menjadi sorotan karena berlangsung di tengah tekanan inflasi AS, lonjakan harga minyak akibat konflik Iran, hingga desakan Presiden AS, Donald Trump agar suku bunga segera diturunkan.

Baca juga: Senat AS Setujui Kevin Warsh Jadi Ketua Baru The Fed

Mengutip Reuters, suku bunga acuan The Fed saat ini berada di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Namun pasar mulai memperkirakan peluang kenaikan suku bunga kembali meningkat pada akhir tahun seiring tekanan inflasi yang belum mereda.

Kevin Warsh jadi Ketua The Fed

Kevin Warsh disetujui melalui voting ketat di Senat AS dengan perolehan suara 54 banding 45.

Proses pemungutan suara hampir sepenuhnya mengikuti garis partai politik. Hanya Senator Partai Demokrat asal Pennsylvania John Fetterman yang mendukung pencalonan Warsh.

Trump sendiri telah mencalonkan Warsh sejak Januari 2026. Selama beberapa bulan terakhir, Trump juga terbuka mengkritik Jerome Powell karena dinilai mempertahankan kebijakan moneter yang terlalu ketat.

Baca juga: Data Inflasi AS Jadi Penentu Suku Bunga The Fed, Rupiah Terdesak

Dalam proses pencarian pengganti Powell, nama Warsh bersaing dengan sejumlah kandidat lain, termasuk Gubernur The Fed Christopher Waller dan Michelle Bowman.

Juru Bicara Gedung Putih Kush Desai menyebut pengesahan Warsh sebagai langkah penting untuk memulihkan kepercayaan terhadap pengambilan keputusan The Fed.

“Pengesahan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve merupakan langkah positif untuk memulihkan akuntabilitas, kompetensi, dan kepercayaan dalam pengambilan keputusan The Fed,” ujar Desai.

Profil Kevin Warsh

Kevin Warsh bukan nama baru di dunia keuangan Amerika Serikat.

Pria berusia 56 tahun itu pernah menjadi gubernur termuda dalam sejarah modern The Fed saat ditunjuk pada 2006 di usia 35 tahun.

Sebelum masuk ke bank sentral AS, Warsh bekerja di pemerintahan Presiden George W. Bush melalui National Economic Council.

Baca juga: Dari Pandemi hingga Tekanan Politik Trump, Ini Warisan Kepemimpinan Powell di The Fed

Ia juga memiliki pengalaman panjang di Wall Street setelah berkarier di divisi merger dan akuisisi Morgan Stanley pada era 1990-an.

Namanya mulai dikenal luas saat krisis finansial global 2008-2009. Ketika itu, Warsh membantu mantan Ketua The Fed Ben Bernanke dalam merancang langkah penyelamatan lembaga keuangan dan stabilisasi pasar.

Karena koneksinya yang luas di Wall Street, Warsh bahkan sempat dijuluki sebagai “whisperer” pasar keuangan The Fed.

Senat Amerika Serikat (AS) resmi menyetujui Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru pada Rabu (13/5/2026). Senat Amerika Serikat (AS) resmi menyetujui Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru pada Rabu (13/5/2026).

Kapan Kevin Warsh bertugas di The Fed?

Kevin Warsh pertama kali bertugas di The Fed sebagai gubernur pada periode 2006-2011.

Ia berada di lingkaran pengambil kebijakan saat AS menghadapi krisis subprime mortgage dan gejolak finansial global.

Pada periode tersebut, The Fed menjalankan berbagai kebijakan besar, termasuk quantitative easing atau pembelian aset dalam jumlah besar untuk menopang perekonomian AS.

Namun, Warsh saat itu menilai kebijakan tersebut sudah terlalu berlebihan.

Setelah keluar dari The Fed pada 2011, ia aktif mengajar di Stanford Graduate School of Business dan bergabung dengan Hoover Institution di Stanford University.

Warsh juga bekerja bersama investor kawakan Stanley Druckenmiller di Duquesne Family Office untuk membantu mengelola aset miliaran dollar AS.

Baca juga: Trump Kesal Jerome Powell Bertahan di The Fed: Dia Tak Bisa Dapat Pekerjaan Lain

Kevin Warsh dari partai mana?

Kevin Warsh bukan politikus aktif maupun pejabat partai.

Namun, ia selama ini dikenal dekat dengan lingkaran Partai Republik dan sejumlah tokoh konservatif AS.

Kedekatannya dengan Donald Trump membuat Warsh dipandang sebagai sosok yang lebih sejalan dengan agenda ekonomi Gedung Putih, terutama terkait dorongan suku bunga lebih rendah.

Meski demikian, dalam proses konfirmasi di Senat, Warsh menegaskan dirinya tetap akan menjaga independensi The Fed dan tidak membuat janji khusus kepada Trump terkait arah kebijakan suku bunga.

Kebijakan Kevin Warsh dan rencana perubahan di The Fed

Setelah resmi ditunjuk, Kevin Warsh menyampaikan rencana melakukan “perubahan rezim” di tubuh The Fed.

Ia ingin memperkuat koordinasi dengan Departemen Keuangan AS dan pemerintahan Trump, terutama dalam kebijakan non-moneter.

Warsh juga mengkritik pendekatan The Fed yang dinilai terlalu bergantung pada data masa lalu dalam menentukan arah kebijakan.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun ke Level Terendah Hampir 4 Minggu, Pasar Soroti Konflik Iran dan Rapat The Fed

Selain itu, ia dikenal kritis terhadap gaya komunikasi bank sentral yang terlalu sering memberikan panduan arah kebijakan kepada pasar.

Menurut Warsh, kondisi tersebut bisa membuat bank sentral menjadi “tahanan kata-katanya sendiri”.

Masuknya Warsh juga dinilai berpotensi mengubah pendekatan The Fed terhadap pengelolaan neraca keuangan bank sentral.

Dibanding Jerome Powell, Warsh dinilai lebih mendukung ukuran neraca The Fed yang lebih kecil dan lebih terbuka terhadap reformasi internal bank sentral.

Ia juga disebut memiliki pandangan lebih hawkish terhadap inflasi, meski tetap membuka peluang suku bunga lebih rendah jika tekanan harga mulai mereda.

Dekat dengan elite bisnis AS

Selain dikenal di dunia kebijakan moneter, kehidupan pribadi Kevin Warsh juga kerap menjadi perhatian publik.

Ia menikah dengan Jane Lauder, pewaris kerajaan kosmetik Estee Lauder.

Keluarga Lauder dikenal memiliki pengaruh besar di dunia bisnis dan politik Amerika Serikat.

Warsh juga disebut memiliki jaringan kuat di kalangan investor besar dan elite bisnis AS.

Baca juga: Kasus Powell Dihentikan, Jalan Warsh ke Kursi Ketua The Fed Terbuka

Tantangan Kevin Warsh di The Fed

Kevin Warsh dijadwalkan memimpin rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pertamanya sebagai Ketua The Fed pada 16-17 Juni 2026.

Ia menghadapi tantangan berat karena inflasi AS masih berada di atas target 2 persen, sementara harga energi terus meningkat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut membuat pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini. Bahkan, sebagian investor mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan.

Anggota DPR AS dari Partai Republik asal Arkansas, French Hill, menilai Warsh memiliki rekam jejak kuat dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

“Ketua Warsh berulang kali menekankan pentingnya keterjangkauan dan stabilitas harga sebagai pusat agenda ekonomi kita. Komitmennya terhadap kebijakan moneter yang disiplin akan membantu memulihkan kepercayaan terhadap ekonomi dan mendukung kemakmuran jangka panjang,” ujar Hill.

Selain menjadi Ketua The Fed ke-11 dalam era modern, Warsh juga tercatat sebagai Ketua The Fed terkaya dalam sejarah modern dengan total aset diperkirakan melampaui 100 juta dollar AS.

Tag:  #profil #kevin #warsh #sosok #pilihan #donald #trump #yang #jadi #ketua

KOMENTAR