Trump Masih Aktif Main Saham Saat Jadi Presiden, Kekayaan Naik Tajam
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru ke badan etika federal menunjukkan dirinya aktif melakukan transaksi saham dalam jumlah besar selama kuartal pertama 2026.
Laporan tersebut memperlihatkan lebih dari 3.600 transaksi jual beli saham dilakukan hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Banyak transaksi melibatkan perusahaan yang bisnisnya berpotensi dipengaruhi langsung kebijakan pemerintah AS.
Karena aktivitas itu, sebagian pengamat mulai menjuluki Trump sebagai “Chief Trader” atau kepala pedagang.
Baca juga: Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Turun Lebih dari 2 Persen
Praktik tersebut berbeda dengan tradisi presiden-presiden AS sebelumnya yang umumnya menghindari kepemilikan saham individual demi mencegah konflik kepentingan.
Salah satu transaksi terbesar Trump ialah investasi hingga 6 juta dollar AS atau sekitar Rp 106,2 miliar, dengan kurs Rp 17.705 per dollar AS, di perusahaan chip Nvidia.
Padahal, pemerintah AS sebelumnya memberi izin Nvidia menjual chip canggih ke China, keputusan yang berpotensi memengaruhi langsung kinerja perusahaan.
Portofolio Trump juga mencakup saham perusahaan industri pertahanan seperti Lockheed Martin, General Dynamics, dan Northrop Grumman.
Perusahaan-perusahaan tersebut diuntungkan meningkatnya permintaan militer di tengah perang Iran.
"Jika dia adalah menteri pertahanan, dia akan melakukan kejahatan," kata mantan penasihat etika Gedung Putih era Presiden George W Bush, Richard Painter.
"Secara teknis dia dapat melakukan ini, tetapi ini merupakan pelanggaran kepercayaan mendasar," lanjut dia.
Baca juga: Profil Kevin Warsh, Sosok Pilihan Donald Trump yang Jadi Ketua The Fed
Presiden AS dapat pengecualian hukum
Presiden AS memang mendapat pengecualian hukum terkait kepemilikan aset keuangan.
Aturan federal AS melarang pejabat pemerintah memiliki investasi yang dapat dipengaruhi kebijakan mereka sendiri. Ketentuan itu tidak berlaku bagi presiden.
Juru bicara bisnis keluarga Trump, Kimberly Benza, mengatakan seluruh portofolio investasi presiden dikelola pihak ketiga secara independen.
Menurut dia, Trump dan keluarganya tidak ikut menentukan keputusan investasi.
"Baik Presiden Trump, keluarganya, maupun Organisasi Trump tidak berperan dalam memilih, mengarahkan, atau menyetujui investasi tertentu," kata Benza.
"Mereka tidak menerima pemberitahuan sebelumnya tentang aktivitas perdagangan dan tidak memberikan masukan mengenai keputusan investasi atau manajemen portofolio," lanjut dia.
Meski begitu, para pakar etika tetap menilai situasi tersebut bermasalah.
Mereka menilai pengetahuan presiden mengenai kepemilikan aset pribadi berpotensi memengaruhi kebijakan publik, mulai dari kontrak pemerintah hingga keputusan perang.
Dokumen yang diajukan ke Kantor Etika Pemerintah AS mencapai lebih dari 100 halaman.
Laporan tersebut menunjukkan nilai transaksi yang berpindah tangan kemungkinan melebihi 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,77 triliun hanya dalam tiga bulan.
Rata-rata terjadi sekitar 50 transaksi setiap hari bursa.
Jumlah pasti pembelian dan penjualan sulit dihitung karena laporan hanya mencantumkan kisaran nilai transaksi, bukan angka detail.
Kekayaan Trump meningkat tajam
Secara historis, Trump sebenarnya tidak terlalu banyak menempatkan kekayaannya di pasar saham dibanding total aset yang dimiliki.
Namun, situasi berubah setelah kekayaan Trump meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak kembali menjadi presiden, Trump Organization menerima puluhan juta dollar AS dari pengembang luar negeri yang membeli lisensi penggunaan nama Trump untuk proyek resor.
Selain itu, perusahaan keluarga Trump juga memperoleh ratusan juta dollar AS dari penjualan aset kripto.
Sebagian besar transaksi kripto tersebut bersifat anonim sehingga identitas pembelinya sulit diketahui.
Kondisi itu memicu kekhawatiran adanya potensi upaya mencari pengaruh politik lewat hubungan bisnis dengan Trump.
Presiden-presiden AS sebelumnya umumnya menghindari situasi semacam itu.
George HW Bush dan Bill Clinton menggunakan blind trust atau perwalian buta sehingga mereka tidak mengetahui detail aset yang dimiliki selama menjabat.
George W Bush memilih menjual saham pribadinya.
Barack Obama menempatkan investasinya di reksa dana terdiversifikasi luas.
Sementara Joe Biden tidak aktif melakukan perdagangan saham.
Portofolio Trump saat ini juga mencakup saham Apple, Boeing, Tesla, dan Intel.
Pimpinan perusahaan-perusahaan tersebut ikut mendampingi Trump dalam kunjungannya ke China baru-baru ini.
Trump juga diketahui membeli saham sejumlah perusahaan restoran dan makanan cepat saji seperti Shake Shack, Papa John's, dan Cheesecake Factory.
Tag: #trump #masih #aktif #main #saham #saat #jadi #presiden #kekayaan #naik #tajam