Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok
Rupiah ditutup berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada Kamis sore (21/5/2026) setelah sempat memberi harapan pada pagi tadi, karena dibuka menguat. Pengaturan ekspor lewat Danantara Sumberdaya Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto dilihat sebagai faktor yang menyeret turun nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah, yang sempat menguat pada Rabu kemarin, setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin, kini anjlok lagi ke Rp 17.667 per dolar AS.
Rupiah tercatat melemah tipis 13 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan Selasa kemarin yang berada di level Rp 17.653
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dikarenakan sentimen dalam negeri. Salah satunya, pembentukan badan ekspor yang dikelola oleh Danantara.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS terbebani oleh sentimen risk off di pasar ekuitas domestik yang masih berkelanjutan. Selain itu, wacana agar ekspor komoditas strategis melalui Danantara Sumberdaya Indonesia memicu kekuatiran investor akan ketidakpastian regulasi atau kontrol negara terhadap sektor swasta," katanya saat dihubungi di Jakarta.
Dirut PT DSI Luke Thomas Mahony, eks petinggi Vale Indonesia [Suara.com/Vale-diedit oleh HD]Selain itu, data neraca transaksi berjalan yang diperkirakan akan defisit memberikan sentimen buruk bagi investor. Hal ini membuat rupiah semakin terperosok.
"Untuk besok, investor menantikan rilis data neraca transaksi berjalan Q1 Indonsia yang diperkirakan masih akan defisit walau lebih kecil 0.8 miliar dolar AS. Rupiah juga pastinya masih akan merespon sentimen domestik terkait prospek perdamaian di Timur Tengah, harga minyak mentah dunia dan indeks dolar AS imbal hasil obligasi AS," tutup dia.
Rupiah melemah bersama beberapa mata uang lain di Asia Tenggara seperti baht Thailand yang turun 0,23 persen dan dolar Singapura yang drop 0,09 persen. Tapi peso Filipina menguat 0,21 persen, dolar Taiwan naik 0,17 persen dan ringgit Malaysia naik 0,04 persen.
Mata uang Asia lainnya bergerak fluktuatif. Won Korea misalnya mencatat pelemahan terdalam yakni 0,46 persen, yen Jepang melemah 0,04 persen, dan yuan China turun 0,02 persen.
Di sisi lain rupee India menguat 0,43 persen dan dolar Taiwan menguat 0,17 persen.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,27, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 99,09.
Tag: #rupiah #anjlok #lagi #danantara #sumberdaya #indonesia #jadi #biang #kerok