Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
09:38
23 Mei 2026

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme mengenai masa depan ekonomi Indonesia dalam acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC), Jumat (22/5/2026).

Purbaya memprediksi kondisi perekonomian nasional akan menunjukkan perbaikan signifikan dalam enam bulan ke depan.

Purbaya tidak menampik bahwa Indonesia sempat menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat selama beberapa waktu terakhir.

Sentimen negatif dari pasar modal internasional dan tekanan nilai tukar rupiah sempat memberikan pengaruh besar sejak akhir tahun lalu.

Namun, Pemerintah terus berusaha memperbaiki fondasi ekonomi agar lebih kuat dalam menghadapi berbagai guncangan eksternal.

Ia menegaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini jauh berbeda dan jauh lebih siap dibandingkan periode krisis masa lalu.

Salah satu poin penting yang ditegaskan oleh Purbaya adalah penolakan keras terhadap narasi ketakutan akan terulangnya peristiwa krisis ekonomi tahun 1998.

Menkeu Purbaya di acara Jogja Financial Festival 2026 di JEC pada Jumat, 22 Mei 2026 (Instagram/menkeuri)Menkeu Purbaya di acara Jogja Financial Festival 2026 di JEC pada Jumat, 22 Mei 2026 (Instagram/menkeuri)

"Kita enggak akan mengulangi 1998 lagi," tutur Purbaya dalam Jogjakarta Financial Festival, dilansir dari YouTube LPS _IDIC Offical milik Lembaga Penjamin Simpanan.

Purbaya menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia saat ini memiliki kendali penuh atas kebijakan ekonominya sendiri.

Indonesia tidak lagi memiliki ketergantungan pada institusi asing seperti IMF dalam menentukan arah kebijakan fiskal. Pemerintah meyakini bahwa langkah-langkah yang diambil saat ini jauh lebih strategis dan mandiri.

Optimisme ini bukan tanpa alasan, karena perbaikan ekonomi akan didorong secara masif oleh kegiatan swasta di dalam negeri. Pemerintah menargetkan agar mesin ekonomi sektor swasta bergerak lebih cepat dan produktif.

Sektor swasta memegang peranan krusial sebagai pilar utama dalam menggerakkan roda ekonomi domestik.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, diharapkan produktivitas sektor ini akan meningkat pesat dalam waktu dekat.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) akan turut serta mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tersebut secara berkelanjutan.

Sinergi antara otoritas fiskal dan moneter ini bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Dampak dari perbaikan ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, terutama bagi mereka yang saat ini masih berjuang secara ekonomi.

Purbaya optimistis jumlah penduduk yang mengalami kesulitan finansial akan terus berkurang seiring dengan membaiknya roda perekonomian nasional.

"Saya pikir, 6 bulan dari sekarang akan semakin kelihatan bahwa orang-orang yang tadinya susah akan semakin berkurang dan berkurang lagi," kata Purbaya lagi.

Dengan fundamental yang mulai stabil, masyarakat diharapkan untuk tidak perlu merasa khawatir berlebihan terhadap kondisi ekonomi nasional.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat pertumbuhan agar kemakmuran dapat merata di berbagai sektor kehidupan.

Kehadiran Purbaya dalam festival keuangan ini juga menjadi sinyal penting bagi para investor. Stabilitas makroekonomi yang terjaga menjadi modal utama bagi Indonesia untuk menarik minat investasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Para pelaku usaha diimbau untuk tetap menjaga optimisme dalam menjalankan bisnis mereka. Dukungan pemerintah melalui berbagai relaksasi kebijakan akan terus disalurkan demi menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Editor: Nur Khotimah

Tag:  #purbaya #sebut #krisis #1998 #akan #terulang #optimis #bulan #lagi #orang #susah #berkurang

KOMENTAR