Kim Kardashian Konsumsi Puluhan Suplemen sampai “Pill Fatigue”, Apa Perlu? Ini Kata Dokter
Kebiasaan Kim Kardashian mengonsumsi sekitar 35 suplemen setiap hari menjadi sorotan publik setelah ia mengaku mengalami “pill fatigue” atau kelelahan akibat terlalu banyak minum pil.
Pengakuan itu disampaikan Kim dalam podcast Good Hang bersama Amy Poehler.
Kim mengatakan dirinya membagi konsumsi suplemen ke dalam tiga waktu berbeda setiap hari.
Ia juga sempat berhenti mengonsumsi fish oil karena merasa lelah menelan pil dalam jumlah banyak.
Namun setelah melakukan pemeriksaan darah, ia mengaku harus kembali mengonsumsinya karena hasil pemeriksaan menunjukkan perubahan pada kondisi tubuhnya.
"Pil-pilnya besar sekali!" kata Kardashian dikutip dari People, Jumat (22/5/2026).
Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan, apakah orang sehat sebenarnya perlu mengonsumsi banyak suplemen setiap hari?
Baca juga: Contek Latihan Olahraga ala Kim Kardashian untuk Tubuh Bugar dan Ideal
Orang Sehat Tak Selalu Butuh Suplemen
Dokter Gizi Klinik MRCC Siloam Hospitals dr. Inge Permadhi, Sp.GK mengatakan, orang yang memiliki pola makan sehat dan seimbang sebenarnya tidak membutuhkan banyak tambahan suplemen.
“Kalau makan kita baik, ada karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah, dan air dalam jumlah yang sesuai kebutuhan, sebenarnya vitamin dan mineral tubuh sudah terpenuhi,” ujar dr. Inge kepada Kompas.com, Jumat (22/5/2026).
Menurut dr. Inge, suplemen bukan kebutuhan utama apabila asupan nutrisi dari makanan sehari-hari sudah cukup.
“Kalau sudah cukup, kenapa mesti ditambah lagi?” katanya.
Ia menjelaskan, vitamin dan mineral bekerja paling baik ketika diperoleh dari makanan alami, bukan hanya dari pil atau suplemen tambahan.
Pola Makan Seimbang Sudah Cukup
Karena itu, konsep “Isi Piringku” yang dianjurkan pemerintah dinilai sudah cukup membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi harian.
Dalam pola tersebut, tubuh memperoleh nutrisi dari kombinasi sumber karbohidrat, lauk hewani maupun nabati, sayur, buah, hingga air mineral.
“Sebenarnya tubuh kita tercukupi kok kalau makannya baik,” ujar dia.
Meski demikian, dr. Inge menegaskan ada kondisi tertentu yang membuat seseorang memang membutuhkan suplemen tambahan.
Namun kebutuhan itu idealnya didasarkan pada pemeriksaan medis atau gejala tertentu.
Misalnya, kekurangan vitamin A dapat ditandai rabun senja, sementara kekurangan vitamin C bisa berkaitan dengan sariawan berulang atau tubuh mudah sakit.
“Kalau mau lebih pasti, ya harus lewat pemeriksaan laboratorium,” kata dr. Inge.
Baca juga: Mengenal Perawatan Pengencangan Kulit Favorit Kim Kardashian
Risiko Konsumsi Vitamin Berlebihan
Ia menambahkan, konsumsi vitamin atau suplemen secara berlebihan juga tidak selalu aman.
Beberapa vitamin, terutama vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K, dapat menumpuk di dalam tubuh jika dikonsumsi berlebihan.
“Kalau kebutuhan vitamin C misalnya hanya sekitar 75 sampai 90 miligram, tapi diminum 1.000 miligram terus-menerus, tentu bisa berlebihan,” ujar dia.
Menurut dr. Inge, kondisi seperti itu berpotensi menimbulkan efek toksik dalam tubuh.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan suplemen sebagai “pengganti sepenuhnya” dari pola makan yang buruk.
“Jangan sampai makannya berantakan, tapi berharap ditolong suplemen,” katanya.
Kapan Suplemen Dibutuhkan?
Inge menyarankan masyarakat memperbaiki pola makan terlebih dahulu sebelum memutuskan rutin mengonsumsi vitamin atau suplemen tertentu.
“Vitamin dan mineral itu dibutuhkan kalau memang kita kurang. Untuk mencegah kekurangan, yang paling penting sebenarnya makan dengan baik sesuai kebutuhan tubuh,” ujar dia.
Tag: #kardashian #konsumsi #puluhan #suplemen #sampai #pill #fatigue #perlu #kata #dokter