PHE Andalkan Strategi Dual Growth, Jaga Ketahanan Energi dan Transisi Hijau
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di Booth Pertamina Hulu Energi dalam ajang The 50th IPA Convention and Exhibition (Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).(Dok. Pertamina Hulu Energy)
23:04
24 Mei 2026

PHE Andalkan Strategi Dual Growth, Jaga Ketahanan Energi dan Transisi Hijau

PT Pertamina Hulu Eneri (PHE) menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi melalui strategi “Dual Growth Strategy”.

Strategi tersebut dilakukan dengan memaksimalkan bisnis inti minyak dan gas bumi (migas), serta mengembangkan bisnis rendah karbon secara berkelanjutan.

Komitmen itu disampaikan PHE saat menerima kunjungan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di Booth PHE dalam ajang The 50th IPA Convention and Exhibition (Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Direktur Manajemen Risiko PHE Whisnu Bahriansyah menjelaskan, perusahaan saat ini berkontribusi sebesar 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 37 persen terhadap produksi gas nasional. Selain itu, mengoperasikan 27 persen blok migas di Indonesia.

Sepanjang 2025, PHE pun mencatat produksi minyak sebesar 556.000 barrel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas mencapai 2,75 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

Kinerja itu didukung oleh 887 pengeboran sumur pengembangan, well service pada 37.266 sumur, serta 1.288 kegiatan workover.

"Melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi, kami memastikan setiap langkah transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi masa depan,” ujar Whisnu dikutip dari keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).

Baca juga: Pangkas Biaya Pengeboran, PHE ONWJ Catat Produksi Minyak 1.321 BOPD di Perairan Jabar

Dia menekankan, strategi perusahaan tidak hanya berfokus pada keberlanjutan bisnis, tetapi juga pengelolaan risiko jangka panjang dalam menghadapi transisi energi global.

Maka dari itu, pada sisi transisi energi, PHE terus memperkuat berbagai inisiatif keberlanjutan.

“PHE menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon,“ucapnya.

PHE tercatat berhasil mempertahankan peringkat MSCI ESG “BBB”, menjalankan lebih dari 808 program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 1.619.564 ton COe.

PHE juga mengembangkan proyek Carbon Capture & Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) bersama mitra global. Hingga 2030, total kapasitas penyimpanan karbon yang direncanakan mencapai 7,3 gigaton.

Sejumlah capaian strategis juga diraih sepanjang 2024–2025.

Di antaranya dimulainya proyek injeksi CO? Sukowati dengan estimasi peningkatan perolehan minyak hingga 19,2 juta barel, penemuan sumber daya 2C di Tedong sebesar 108,05 juta barel setara minyak (BOE), hingga implementasi Multi Stage Fracturing pertama di sumur horizontal Kotabatak.

Selain itu, PHE juga mencatat pengembangan North Duri A14 melalui injeksi steamflood pertama untuk Enhanced Oil Recovery (EOR), onstream Greenfield Akasia dengan produksi awal mencapai 3.200 BOPD, serta produksi Lapangan Padang Pancuran I dengan estimasi cadangan 1,1 juta barel minyak.

Perusahaan turut mengembangkan proyek EOR Chemical di Area Minas, onstream Area of Interest Sisi Nubi dengan kapasitas produksi 70 MMSCFD, dan pengembangan sumur Step Out Abab sebagai bagian revitalisasi brownfield.

Baca juga: IPA Convex 2026 Soroti Risiko Geopolitik bagi Energi RI

Untuk 2026 dan seterusnya, PHE telah menyiapkan sejumlah proyek strategis lanjutan, seperti pengembangan Blok Lavender di Laut Natuna Timur, Greenfield OO-OX ONWJ, eksplorasi laut dalam di Natuna Timur, hingga pengembangan lapangan migas non-konvensional di Wilayah Kerja Rokan.

Di bidang inovasi, perusahaan juga mulai memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung operasi pengeboran, integrasi manajemen aset, dan pengembangan subsurface agar lebih efektif dan efisien.

Sementara itu, proyek CCS Asri Basin menjadi salah satu fokus masa depan perusahaan dengan target potensi penyimpanan karbon mencapai 2,9 gigaton.

Baca juga: Indonesia dan Korsel Kaji Proyek CCS Lintas Batas di Asri Basin

Tag:  #andalkan #strategi #dual #growth #jaga #ketahanan #energi #transisi #hijau

KOMENTAR