Punya Nilai Tawar di ASEAN, Wamenkeu Sebut Defisit Anggaran Indonesia Kecil Ekonomi Tumbuh
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam acara Seminar ASEAN Regional Economics Outlook and Fiscal Policy, Senin (25/5/2026).(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)
13:40
25 Mei 2026

Punya Nilai Tawar di ASEAN, Wamenkeu Sebut Defisit Anggaran Indonesia Kecil Ekonomi Tumbuh

 Indonesia disebut menjadi negara dengan nilai tawar menarik, terutama di kawasan Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan daya tarik tersebut terlihat dari pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Suahasil, ekonomi Indonesia solid karena defisit anggaran tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi masih cukup kuat.

Indonesia mencatat defisit anggaran di bawah 3 persen, yakni 2,9 persen pada akhir 2025. Tahun ini, pemerintah menargetkan defisit berada di level 2,68 persen.

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada akhir 2025. Pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini mencapai 5,61 persen.

"Anda akan temui negara-negara yang defisitnya lebih tinggi, tapi pertumbuhan ekonominya lebih rendah," kata dia dalam acara Seminar ASEAN Regional Economics Outlook and Fiscal Policy, Senin (25/5/2026).

"Jadi, Indonesia itu good bargain sebenarnya, dengan pengelolaan APBN yang adaptif, fleksibel," timpal dia.

Baca juga: Beredar Kabar Purbaya Dirawat, Wamenkeu: Insya Allah Sehat

Suahasil menambahkan, sejumlah program besar pemerintah telah masuk dalam APBN.

Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, sekolah rakyat, sekolah unggulan, perbaikan layanan kesehatan, puskesmas, hingga rumah sakit.

Ia meyakini berbagai program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depan.

Dukungan Danantara sebagai sumber investasi juga dinilai ikut memperkuat ruang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Ini new micro economic policy management Indonesia yang akan membuat Indonesia tumbuh ke depan. Dengan deregulasi, dengan reformasi, kita yakin akan tumbuh lebih tinggi menuju 8 persen sesuai dengan target Presiden Prabowo," ungkap dia.

Catatan Kompas.com menunjukkan Filipina mencatat pertumbuhan ekonomi yang merosot ke level terendah dalam lima tahun terakhir pada kuartal I 2026.

Otoritas Statistik Filipina melaporkan produk domestik bruto (PDB) hanya tumbuh 2,8 persen pada periode Januari sampai Maret.

Angka tersebut turun tajam dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 5,4 persen. Pertumbuhan itu juga lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2025 yang sebesar 3,0 persen.

Baca juga: Purbaya Ungkap Skema Pengawasan DSI, Kemenkeu Ikut Dilibatkan

Perlambatan tersebut terjadi saat defisit anggaran Filipina juga melebar, atau berada di kisaran 5 persen terhadap PDB.

Malaysia dinilai memiliki posisi yang cukup kuat untuk menghadapi tekanan meski masih memiliki beban subsidi dan defisit anggaran yang diperkirakan meningkat.

Thailand juga menghadapi potensi perlambatan ekonomi dan penyusutan ruang fiskal.

Meski begitu, Thailand dinilai masih memiliki instrumen kuat, termasuk kebijakan moneter dan kondisi eksternal yang relatif solid, untuk membantu meredam tekanan.

Vietnam dinilai memiliki bantalan cukup kuat berkat pertumbuhan ekonomi tinggi dan sektor ekspor yang berkembang.

Tag:  #punya #nilai #tawar #asean #wamenkeu #sebut #defisit #anggaran #indonesia #kecil #ekonomi #tumbuh

KOMENTAR