Harga Emas Turun ke Level Terendah Dua Bulan, Pasar Cemaskan Hal Ini
- Harga emas dunia turun ke level terendah dalam dua bulan pada akhir perdagangan Rabu (27/5/2026) waktu setempat atau Kamis (28/5/2026) pagi WIB.
Emas tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga di tengah perang Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,3 persen menjadi 4.447,71 dollar AS per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 27 Maret 2026 pada sesi perdagangan sebelumnya.
Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 1,2 persen menjadi 4.448,40 dollar AS per ons.
Baca juga: Investasi Emas Digital Populer, Hindari Kesalahan Ini agar Tak Rugi
Analis menilai konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga emas global. "Pengaruh terbesar masih berasal dari Timur Tengah. Sempat ada optimisme yang tersisa, tetapi seiring konflik yang terus berlarut-larut, optimisme itu memudar,” ujar Vice President sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant.
Ia menambahkan, konflik yang berkepanjangan turut meningkatkan kekhawatiran inflasi global. “Konflik yang masih berlangsung meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi,” kata Grant.
Harga emas terus berada di bawah tekanan sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran pada akhir Februari 2026 lalu.
Penutupan efektif Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak Brent dan memperburuk kekhawatiran inflasi, sekaligus mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Media pemerintah Iran melaporkan Teheran akan memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan sebagai bagian dari kerangka kesepakatan dengan AS, yang juga mencakup penarikan pasukan AS dari sekitar wilayah Iran.
Laporan tersebut sempat memangkas pelemahan harga emas, meski pasar masih memperkirakan inflasi akibat lonjakan harga energi akan mendorong The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun ini.
Emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi, namun logam mulia tersebut cenderung tertekan saat suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan bank sentral AS harus fokus mengendalikan risiko inflasi yang mulai meningkat, meski masih terlalu dini untuk memprediksi kapan perubahan suku bunga akan dilakukan.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS pada pekan ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
Sementara itu, harga perak spot turun 3,2 persen menjadi 74,46 dollar AS per ons.
Kemudian platinum turun 2,1 persen menjadi 1.916,90 dollar AS per ons, namun palladium naik tipis 0,1 persen menjadi 1.386,47 dollar AS per ons.
Baca juga: Investasi Emas Digital: Ini yang Harus Dipahami Investor Pemula
Tag: #harga #emas #turun #level #terendah #bulan #pasar #cemaskan