Tren Kirim Barang Wisatawan Buka Peluang Bisnis Logistik di Bali
Tingginya mobilitas wisatawan di Bali tidak hanya menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga mendorong peningkatan kebutuhan layanan logistik.
Banyak wisatawan memanfaatkan jasa pengiriman barang untuk mengirim oleh-oleh, produk lokal, hingga barang pribadi ke daerah maupun negara asal mereka.
Chief Retail Officer Lion Parcel Febri Andika mengatakan, logistik kini menjadi bagian yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk sektor pariwisata.
Baca juga: KAI Logistik Kirim 25 Kereta ke Sumatera, Perkuat Mobilitas Penumpang
Ilustrasi Bali. 10 Destinasi Terbaik di Dunia 2026 Versi Tripadvisor, Nomor 1 Ada di Indonesia
“Mobilitas wisatawan yang tinggi turut menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat. Kami melihat hal ini bukan hanya menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang memudahkan pelanggan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemitraan agen Lion Parcel,” ujar Febri dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).
Kebutuhan pengiriman meningkat di destinasi wisata
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lion Parcel menghadirkan jaringan agen di berbagai daerah, termasuk Bali, sebagai titik akses layanan bagi pelanggan.
Kehadiran agen dinilai memudahkan wisatawan mengakses layanan logistik secara lebih dekat dan praktis selama berada di destinasi wisata.
Menurut Febri, keberadaan agen tidak hanya mendukung kemudahan layanan bagi pelanggan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Baca juga: ASDP dan Pemerintah Aceh Garap Jalur Logistik Jakarta-Malahayati
Di sisi lain, keberadaan agen juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Melalui kemitraan ini, Lion Parcel mendorong tumbuhnya usaha lokal yang dapat berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pengiriman, khususnya di wilayah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi,” jelas dia.
Ilustrasi logistik, industri logistik, jasa logistik.
Sebagai perusahaan logistik yang berdiri sejak 2013 dan merupakan anak usaha Lion Group, Lion Parcel melayani pengiriman domestik maupun internasional.
Perusahaan menyebut jangkauan layanannya kini mencakup hingga 99 persen wilayah Indonesia dan lebih dari 50 negara di lima benua.
Baca juga: Produktivitas Pelabuhan Banten Naik, Arus Logistik Makin Cepat
Wisatawan banyak kirim oleh-oleh dan barang pribadi
Fenomena meningkatnya kebutuhan pengiriman barang wisatawan dirasakan langsung oleh Muhammad Ekhsan, salah satu agen Lion Parcel di Bali.
Ekhsan mengatakan, permintaan pengiriman biasanya melonjak saat musim liburan maupun akhir pekan panjang. Banyak wisatawan memilih mengirimkan oleh-oleh dan barang pribadi dibandingkan membawanya langsung dalam penerbangan.
Saat musim liburan atau long weekend, permintaan pengiriman meningkat signifikan. Banyak wisatawan memilih kirim barang seperti oleh-oleh atau pakaian liburan karena lebih praktis dan hemat.
"Sebagai contoh, tarif pengiriman Lion Parcel rute Denpasar–Jakarta mulai dari Rp 7.000 sampai Rp 37.000 per kilogram, tergantung layanan pengiriman yang dipilih,” ujar Ekhsan.
Baca juga: Eksportir Hitung Ulang Biaya Logistik dan Produksi Imbas Pelemahan Rupiah
Menurut dia, kebutuhan pengiriman dari kawasan wisata menunjukkan tren yang terus berulang.
Adapun destinasi pengiriman wisatawan domestik cukup beragam, dengan Medan dan Makassar menjadi dua kota tujuan tertinggi.
“Dari situ saya melihat kebutuhan logistik di kawasan wisata memang sangat besar dan terus berulang. Destinasi pengiriman wisatawan domestik pun beragam, termasuk Medan dan Makassar sebagai dua kota destinasi tertinggi,” kata dia.
Turis asing manfaatkan pengiriman internasional
Tidak hanya wisatawan domestik, turis asing yang menetap cukup lama di Bali juga memanfaatkan layanan pengiriman internasional untuk mengirim berbagai produk lokal ke negara asal mereka.
Baca juga: Pengusaha Ngeluh Biaya Logistik Mahal, Minta Solusi ke Mendag
Produk yang dikirim antara lain kerajinan tangan, aksesori, produk fesyen, hingga suplemen lokal.
“Banyak turis asing yang tinggal cukup lama di Bali lalu mengirimkan produk lokal ke keluarga atau teman di negara asalnya, biasanya kirim ke Australia, Malaysia, Singapura. Customer juga memberikan testimoni positif, baik domestik maupun internasional, kirimannya cepat dan aman katanya,” tutur Ekhsan.
Ekhsan yang telah menjadi agen Lion Parcel sejak 2021 mengaku usahanya berkembang seiring tingginya kebutuhan pengiriman di Bali.
Menurut dia, lokasi usaha yang strategis, promosi melalui brosur, serta peningkatan visibilitas di platform digital turut mendukung pertumbuhan bisnis yang dijalankannya.
Baca juga: Di Tengah Gangguan Logistik Global, Arus Petikemas Nasional Tetap Tumbuh
“Saya melihat logistik sebagai bisnis yang potensial dan sangat dibutuhkan, terutama di daerah dengan aktivitas wisata yang tinggi seperti Bali. Selain permintaannya terus ada, sistem kemitraan dan komisi yang ditawarkan Lion Parcel juga memberikan peluang yang baik bagi kami para agen untuk terus berkembang,” papar Ekhsan.
Tag: #tren #kirim #barang #wisatawan #buka #peluang #bisnis #logistik #bali